Tautan-tautan Akses

Sebagian Warga Beijing Ragukan Kemampuan Trump Pimpin AS


Buletin koran untuk publik di Beijing memasang foto Donald Trump dalam artikel berbahasa China yang dipublikasikan pada tanggal 3 Januari 2017 (Foto: dok).

China, ekonomi nomor dua terbesar di dunia di belakang Amerika Serikat, dan Trump mengecam dalam kampanyenya penipuan China dalam perdagangan dan manipulasi mata-uangnya.

Sebagian warga Beijing mengutarakan keraguan hari Sabtu (21/1) mengenai kemampuan Presiden Donald Trump mengemudikan ekonomi Amerika dan mengelola hubungan China-Amerika, dan menekankan keprihatinan akan perdagangan, Taiwan dan masalah-masalah lain.

Sekalipun Trump tidak menyebut China dalam pidato pelantikannya hari Jumat, ia sering menyebut negara itu dalam kampanyenya dan menjungkir-balikkan protokol diplomatik setelah terpilih dengan berbicara melalui telepon dengan Presiden Taiwan yang mempunyai pemerintah sendiri, pulau yang dianggap China wilayahnya.

Aaron Wang, yang bekerja pada perusahaan logistik, mengatakan ia berharap hal yang terbaik akan terjadi tetapi khawatir akan ancaman Trump untuk menghentikan perniagaan antara kedua negara, termasuk pemberlakuan bea-impor 45 persen atas barang yang datang dari China.

“Saya akan menunggu dan melihat apa yang sebenarnya akan dilakukan Trump dalam waktu yang akan datang, tetapi saya berharap agar hubungan China-Amerika dapat berkembang ke arah yang baik di bawah kepresidenan Trump,” kata Wang.

Seorang pensiunan guru, yang memberi marganya, Wei, mengatakan Trump belum menunjukkan bahwa ia akan dapat menangani kepresidenan Amerika.

“Benar-benar tidak pasti apakah ia dapat mengelola dengan sewajarnya Amerika Serikat,” kata Wei. “Seorang pengusaha dapat mengelola negara dengan sangat baik, tetapi ia juga dapat melakukan pekerjaan yang sangat buruk.”

Dalam kunjungan ke Beijing, CEO Dunkin’ Brands, Nigel Davis, mengatakan ia ingin menunjukkan pentingnya perdagangan bebas sedunia kepada Trump, yang menentang Kemitraan Trans-Pasifik atau TPP dan telah memberi indikasi ia mungkin akan merundingkan kembali Persetujuan Perdagangan Bebas Amerika Utara atau NAFTA.

China, ekonomi nomor dua terbesar di dunia di belakang Amerika Serikat, dan Trump mengecam dalam kampanyenya penipuan China dalam perdagangan dan manipulasi mata uangnya. Tuduhan itu dikeluarkan walaupun ada indikasi bahwa dalam dua tahun ini, China telah melakukan intervensi di pasar untuk memperkuat mata uangnya, tidak menurunkannya dengan cara yang menguntungkan eksportir China dan merugikan perusahaan-perusahaan Amerika. [gp]

XS
SM
MD
LG