Tautan-tautan Akses

Presiden Amerika Donald Trump mempertanyakan mengapa pendahulunya, mantan Presiden Barack Obama, dan pemerintahannya tidak menghalangi Rusia mencampuri pemilu presiden tahun lalu.

Dalam komentar di Twitter hari Kamis (22/6), Trump mempertanyakan “Kalau Rusia berupaya keras pada pemilu 2016 dan itu semua terjadi selama pemerintahan Obama. Mengapa mereka tidak menghentikannya?.”

Dalam komentar lainnya, Trump mengatakan Jeh Johnson, Menteri Keamanan Dalam Negeri kabinet Obama “adalah pejabat intelijen senior terakhir yang mengatakan tidak ada skema besar antara Trump dan Rusia.

Johnson hari Rabu (21/6) mengatakan kepada Komisi Intelijen DPR bahwa ia tidak mengetahui apakah Trump atau pembantu kampanyenya bekerjasama dengan Rusia untuk membantunya memenangkan pemilihan presiden, tuduhan yang sedang diselidiki Penyidik Khusus Robert Mueller, yang pernah menjabat sebagai direktur FBI.

Peretasan komputer Rusia terhadap pemilu menyebabkan kelompok WikiLeaks merilis ribuan email yang diperoleh dari arsip ketua Partai Demokrat John Podesta, yang menjadi ketua kampanye penantang Trump, mantan menlu Hillary Clinton. Email-email itu mempermalukan Clinton beberapa minggu menjelang pemilu November, menunjukkan upaya-upaya di belakang layar pejabat Partai Demokrat untuk membantunya memenangkan pencalonan presiden partai itu.

Clinton berulang kali menyalahkan pemaparan email itu sebagai salah satu penyebab kekalahannya atas Trump meskipun Johnson mengatakan ia tidak mengetahui pentingnya pemaparan itu ketika menganalisa hasil pemilihan presiden.

Johnson bersaksi kantornya ditolak pejabat Partai Demokrat ketika menawarkan bantuan menangkal peretasan Rusia pada file-file komputer mereka.

Beberapa pejabat Amerika hari Rabu mengatakan kepada Komisi Senat tidak diragukan Rusia melakukan campur tangan secara luas dalam pemilihan presiden tahun lalu untuk membantu Trump memenangkan jabatan Presiden tapi menambahkan tidak ada bukti Rusia bisa mengubah penghitungan suara. [my/ds]

XS
SM
MD
LG