Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Terpilih AS akan Pertahankan Sanksi Terhadap Rusia


Presiden terpilih Amerika Donald Trump di Trump Tower, Manhattan, New York, 11 Januari 2017 (Foto: dok).

Dalam wawancara dengan harian The Wall Street Journal yang dimuat dalam situs harian itu Jumat malam, Donald Trump mengatakan ia mungkin akan mencabutnya kalau Rusia membantu perlawanan terhadap teroris dan membantu pencapaian sasaran lain yang penting bagi Amerika Serikat.

Presiden terpilih Amerika mengatakan ia akan mempertahankan sanksi terhadap Rusia, yang dikenakan oleh pemerintahan Obama, tetapi sanksi tersebut kemungkinan tidak akan lama dipertahankan.

Dalam wawancara dengan harian The Wall Street Journal yang dimuat dalam situs harian itu Jumat malam, Donald Trump mengatakan ia akan mempertahankan sanksi itu setidaknya beberapa lama, tetapi mungkin akan mencabutnya kalau Rusia membantu perlawanan terhadap teroris dan membantu pencapaian sasaran lain yang penting bagi Amerika Serikat.

“Kalau kita rukun dan Rusia benar-benar membantu kita, mengapa siapapun ingin mengenakan sanksi kalau Rusia melakukan hal-hal yang baik,” katanya kepada surat kabar itu.

Dalam perkembangan lain, satu laporan dalam harian Washington Post mengatakan Rusia telah mengundang pemerintahan Trump menghadiri pembicaraan perdamaian meja bundar yang akan diadakan di Astana, ibukota Kazakhstan, hanya beberapa hari setelah pelantikan Trump.

Post mengatakan Sergey Kislyak, duta besar Rusia di Washington, menyampaikan undangan itu bulan lalu melalui pembicaraan telepon dengan Michael Flynn, bakal penasehat keamanan nasional Trump. Pemerintahan Obama tidak diundang ke pembicaraan itu.

Flynn kabarnya melakukan beberapa pembicaraan telepon dengan Kislyak tanggal 29 Desember, pada hari yang sama Presiden Barack Obama mengusir 35 orang diplomat Rusia dan mengenakan sanksi lain sebagai tanggapan atas yang tampaknya usaha Rusia untuk mempengaruhi pemilihan presiden Amerika tahun lalu.

Seorang pejabat tinggi Amerika mengatakan hari Jumat pemerintahan Obama mengetahui tentang pembicaraan telepon itu dan komunikasi yang sering antara Flynn dan duta besar Rusia, menurut Associated Press.

Juru bicara Trump, Sean Spicer mengatakan kepada para wartawan hari Jumat bahwa Flynn dan duta besar Rusia berkomunikasi tanggal 28 Desember dan membicarakan penyelenggaraan pembicaraan telepon antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin setelah pelantikan Trump tanggal 20 Januari. Spicer menambahkan mereka juga saling mengirim ucapan Selamat Natal melalui SMS pada musim libur itu. [gp]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG