Tautan-tautan Akses

Presiden Jokowi Benarkan Penembakan Pedagang Narkoba yang Melawan


ARSIP - Presiden Jokowi di Bandara Internasional Hang Nadim Kota Batam Kepulauan Riau Kamis 23 Maret 2017 mengutuk keras aksi teror di London Inggris. (Foto: Biro Pers Kepresidenan)

Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan polisi sebaiknya menembak pedagang narkoba yang melawan karena krisis narkoba yang sedang dihadapi negara.

Juru bicara presiden Johan Budi mengatakan hari Minggu bahwa Jokowi mengatakan demikian dalam pertemuan satu partai politik baru-baru ini.

“Kita harus mengambil tindakan yang keras. Kalau pedagang narkoba yang beroperasi di Indonesia melawan ketika ditangkap, polisi dapat menembak mereka, karena kita sekarang dalam keadaan darurat narkoba,” kata Jokowi, menurut juru bicaranya.

Media Indonesia melaporkan pekan lalu bahwa polisi menembak mati seorang pria Taiwan yang melawan dalam penyitaan 1 ton crystal methamphetamine, atau sabu-sabu, penyitaan narkoba terbesar di Indonesia.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte melancarkan kampanye anti narkoba tahun lalu dimana ribuan orang yang dituduh pedagang dan pengguna narkoba telah tewas, yang sering seperti dalam pembunuhan sewenang-wenang di luar hukum. Penindakan itu telah dikutuk oleh organisasi-organisasi hak asasi dan pemerintah dari seluruh dunia. [gp]

XS
SM
MD
LG