Komando militer Irak mengatakan perdana menteri telah memerintahkan agar polisi mengganti tentara di lingkungan Syiah yang berpenduduk padat di Baghdad di mana belasan orang tewas atau terluka dalam bentrokan pada akhir pekan.
Pengumuman itu disampaikan setelah satu minggu kekerasan yang mencekam Irak telah menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai ribuan lainnya.
Perintah penarikan tentara dari Sadr City tampaknya ditujukan untuk menenangkan ketegangan di lingkungan itu, di mana seorang ulama Syiah yang populis mendapat dukungan luas.
Kerusuhan itu merupakan tantangan paling serius yang dihadapi oleh Irak, dua tahun setelah kemenangan melawan militan Negara Islam atau ISIS.
Penasihat keamanan nasional Irak bertekad untuk melawan upaya “menjatuhkan negara Irak.” Falih al-Fayadh mengatakan penyelidikan yang sedang berlangsung akan membuktikan siapa yang berada di balik kekerasan di Baghdad dan sebagian besar provinsi-provinsi yang berpenduduk mayoritas Syiah di Irak selatan. [lt/uh]