Tautan-tautan Akses

Polisi Inggris Tangkap 2 Orang Terkait Pemboman Kereta Bawah Tanah di London


Seorang petugas polisi berdiri di luar sebuah gedung yang sedang digerebeg setelah ditangkapnya seorang pria yang diduga terkait ledakan kereta api bawah tanah di Stanwell, dekat bandara Heathrow, Inggris, 17 September 2017. (Foto: dok).

Polisi Inggris menangkap lagi dua orang, Rabu (20/9), terkait pemboman kereta bawah tanah pekan lalu yang mencederai lebih dari 30 orang.

Pihak berwenang mengatakan, polisi menangkap dua pria, masing-masing berusia 48 dan 30 tahun, di Newport, Wales. Polisi sebelumnya menangkap seorang pria di kota itu, Selasa malam (19/9).

Penggeledahan terhadap kedua lokasi penangkapan itu masih berlangsung, Rabu (20/9).

Sebuah pernyataan dari Kepolisian Metropolitan tidak menyebutkan apa kaitan kedua orang yang ditangkap tersebut dengan pemboman itu.

"Ini akan terus menjadi penyelidikan yang berlangsung cepat,” kata Komandan Dean Haydon, kepala Komando Kontraterorisme Metropolitan. “Para detektif sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap fakta sepenuhnya di balik serangan itu.”

Hingga kini telah lima orang ditangkap terkait pemboman Jumat lalu tersebut.

Sebelumnya, seorang pengungsi dari Irak berusia 18 tahun diciduk di kawasan pelabuhan Dover, di mana terminal besar feri yang menghubungkan Inggris dan Perancis berlokasi. Tidak lama kemudian, seorang warga Suriah berusia 21 tahun ditangkap di Hounslow, kawasan pinggiran London di mana Bandara Heathrow berlokasi. Mereka masih dalam penahanan polisi namun keduanya belum dikenai dakwaan resmi.

Aksi pemboman yang diselidiki polisi adalah aksi pemboman di Stasiun Parsons Green pada saat jam sibuk. Bom rakitan itu sendiri tidak berhasil diledakkan sepenuhnya. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG