Tautan-tautan Akses

Inggris Naikkan Tingkat Ancaman Teror jadi 'Kritis'


Seorang petugas forensik tampak berada di dekat kereta bawah di stasiun Parsons Green di mana serangan teror terjadi di London, Jumat pagi (15/9).

Inggris menaikkan tingkat ancaman teror menjadi “kritis” setelah serangan bom di kereta bawah tanah London hari Jumat (15/9) pagi. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Perdana Menteri Theresa May hari Jumat mengumumkan Pusat Analisa Terorisme Gabungan, JTAC, memutuskan untuk menaikkan tingkat ancaman dari tinggi menjadi kritis, yang menurut May berarti dinilai serangan selanjutnya mungkin akan segera terjadi.

May mengatakan tentara akan membantu polisi, mengamankan lokasi-lokasi yang tidak boleh diakses publik. May menambahkan polisi bersenjata mungkin akan banyak terlihat di jalan-jalan dan jaringan transportasi.

Sementara itu, ISIS mengatakan bom rakitan yang digunakan di stasiun Parsons Green Jumat pagi, yang melukai sekurang-kurangnya 29 orang, diledakkan oleh sebuah unit afiliasi ISIS.

Petugas darurat mengatakan salah satu korban dalam keadaan kritis. Delapan korban telah dirawat dan diperbolehkan pulang.

Polisi turun ke stasiun kereta bawah tanah di Parsons Green untuk melakukan penyelidikan. Area kejadian sudah ditutup dan layanan di beberapa bagian jaringan kereta bawah tanah itu dihentikan sementara.

Mark Rowley, Deputi Asisten Komisaris Polisi Metropolitan London mengatakan kepada wartawan tampaknya ini adalah ledakan yang disengaja. Setelah penyidikan awal Rowley mengatakan, “Kami perkirakan ini adalah detonasi peledak rakitan.”

Gambar-gambar yang diunggah pada media sosial menunjukkan sebuah ember terbakar yang ditaruh di dalam sebuah tas plastik di dekat sebuah pintu gerbong kereta.

Ini adalah serangan teroris kelima di Inggris tahun ini. [ds]

XS
SM
MD
LG