Tautan-tautan Akses

PM Abe Pertimbangkan Hadir dalam Pertemuan G-7 di AS


PM Jepang Shinzo Abe dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan di New York tahun lalu (foto: dok).
PM Jepang Shinzo Abe dan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan di New York tahun lalu (foto: dok).

Jepang sedang mempertimbangkan apakah Perdana Menteri Shinzo Abe akan hadir secara pribadi dalam pertemuan puncak Kelompok-7 Negara Industri yang akan diadakan di Amerika tahun ini.

Yoshihide Suga, Menteri Sekretaris Kabinet Jepang mengatakan, “Kami memahami upaya Presiden Trump untuk mempercepat normalisasi ekonomi dunia. Jepang dan Amerika Serikat sering berkomunikasi dan kami telah menerima informasi dari pihak AS terkait hal tersebut.”

Tanggapan itu muncul setelah Presiden Donald Trump, Rabu (20/5) mengumumkan rencananya untuk mengadakan pertemuan di AS dengan para pemimpin dunia, karena hal itu "pertanda baik bagi semua" untuk kembali ke keadaan normal walaupun pandemi virus corona masih berlangsung.

Trump pada awalnya menjadwalkan KTT Kelompok G7 tersebut pada tanggal 10-12 Juni di Camp David, tempat peristirahatan presiden di negara bagian Maryland, tidak jauh dari Washington DC.

"Jadi, sepertinya G-7 mungkin bisa terselenggara lebih cepat dari yang dijadwalkan terkait situasi negara kita dan beberapa negara lainnya yang sudah melakukan pemulihan keadaan dengan sangat baik. Sepertinya G-7 akan berlangsung, anggota G-7 lengkap. Kita akan umumkan mungkin awal minggu depan," ujarnya.

Namun bulan Maret 2020, ia mengumumkan pembatalan pertemuan itu karena adanya pandemi dan para pemimpin dunia lainnya sepakat akan melakukan konferensi tersebut melalui video.

"Sekarang, karena negara kita dalam transisi kembali menuju kejayaannya, saya mempertimbangkan jadwal ulang pertemuan G-7, pada hari yang sama atau mendekati tanggal itu di Washington, D.C., di Camp David," kata Trump dalam cuitannya.

Suga menjelaskan Jepang sedang melakukan sejumlah pembicaraan dengan Amerika namun menolak untuk merinci lebih lanjut.

Pengumuman itu merupakan upaya terbaru Trump memberi isyarat kepada masyarakat bahwa ekonomi AS kembali beraktivitas setelah beberapa aturan pembatasan mulai dicabut di sejumlah wilayah.

Berbicara dari ruang briefing Gedung Putih, juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany membenarkan hal tersebut.

“Saya tidak akan menjelaskan lebih jauh mekanisme pertemuan itu. Perlu dicatat bahwa presiden benar-benar ingin melihat pertemuan G-7 berlangsung di Washington DC karena hal itu tidak hanya membuka kembali kegiatan di AS, tapi juga di seluruh dunia."

Persiapan Gedung Putih untuk pertemuan tersebut dihentikan dua bulan lalu ketika pertemuan dibatalkan. Pemerintahan Trump mempertahankan aturan pembatasan perjalanan dan memberlakukan karantina bagi pengunjung dari Eropa, dimana terdapat empat negara anggota G-7. Pada awal minggu ini AS dan Kanada sepakat untuk terus menutup perbatasan bagi pekerja non esensial hingga 21 Juni mendatang.

Ketika ditanya apakah tepat untuk menyelenggarakan pertemuan G-7 sementara masyarakat biasa tidak boleh melakukan perjalanan dari Eropa ke AS, McEnany mengatakan, "Amerika sedang membuka kembali perekonomiannya. Dunia kembali beroperasi dan itu menunjukkan kekuatan dan rasa optimis semua pemimpin negara-negara itu, dan melakukan bisnis sebagaimana mestinya. "

Sebelumnya, Trump berencana mengadakan pertemuan tahunan itu di lapangan golf milik pribadinya, tidak jauh dari Miami, Florida. Akan tetapi ia kemudian mengalihkannya ke Camp David, yang dioperasikan oleh militer AS, setelah protes publik, karena rencana melangsungkan pertemuan itu di salah satu properti miliknya yang banyak menghasilkan keuntungan. [mg/ii]

Recommended

XS
SM
MD
LG