Tautan-tautan Akses

Pesawat Tempur Suriah Langgar Gencatan Senjata untuk Hari Kedua


Serangan udara pasukan Suriah menghancurkan bangunan di kota Arbin (25/7).

Pesawat tempur pemerintah Suriah melanggar kesepakatan gencatan senjata Senin (24/7) untuk hari kedua berturut-turut dengan serangan udara di distrik-distrik di Ghouta yang dikuasai pemberontak di dekat Damaskus, ibu kota negara itu, kata para aktivis politik.

Menurut kelompok pemantau yang berkantor di Inggris, Badan Pengawasan HAM Suriah, sebuah serangan bom hari Senin di kota Arbin menewaskan delapan warga sipil dan setidaknya 30 orang terluka. Militer Suriah mengatakan, mereka meluncurkan pemboman itu karena pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok oposisi bersenjata, Jaish al-Islam.

Pada hari Minggu, pesawat tempur pemerintah meluncurkan enam kali serangan udara di kota Douma dan Ain Terma, melanggar apa yang disebut perjanjian Kairo yang disponsori oleh Mesir dan Rusia, yang secara resmi mulai berlaku pada Sabtu siang.

Serangan Arbin adalah "yang pertama kali di mana korban sipil telah jatuh akibat penembakan mortir oleh rezim atau pemboman oleh pesawat tempur sejak dimulainya perjanjian gencatan senjata di Ghouta Timur," kata Badan Pengawas HAM Suriah. Aktivis politik juga mencatat beberapa pelanggaran gencatan senjata oleh beberapa faksi pemberontak yang menembakkan mortir.

Serangan udara Senin terjadi meskipun Rusia, sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad, mengerahkan polisi militer di Ghouta Timur, sebelah timur Damaskus, untuk memantau zona de-eskalasi. Kementerian pertahanan Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan, polisi militer telah mendirikan dua pos pemeriksaan dan beberapa pos pengamatan di daerah tersebut. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG