Tautan-tautan Akses

Pertemuan Puncak Pemimpin Uni Eropa Temui Jalan Buntu


Pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Belgia.

Rencana Uni Eropa memulihkan ekonomi yang terimbas pandemi virus corona hari Minggu (19/7) menemui jalan buntu. Para pemimpin berselisih tentang tingkat pengeluaran pada hari ketiga pertemuan puncak.

Pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa di Brussels, Belgia, pada hari ketiga sempat tertunda. Pemimpin dari ke-27 negara anggota Uni Eropa berusaha mencari titik temu dalam membujuk negara-negara kaya yang "hemat" di Eropa utara.

Dalam pertemuan itu, di mana para peserta mengenakan masker, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kesepakatan mungkin tidak akan dicapai. Kanselir Austria Sebastian Kurz menanggapi dengan mengatakan kesepakatan bisa dicapai tetapi masih ada "jalan untuk keluar."

Perdana Menteri Luksemburg Xavier Bettel mendesak para pemimpin agar menjadikan supremasi hukum dan nilai-nilai Eropa sebagai syarat bagi rencana besar stimulus bagi ekonomi Uni Eropa yang terimbas pandemi virus corona. "Perundingan hari ketiga. Dalam tujuh tahun, saya jarang melihat sikap yang sangat bertentangan dalam banyak hal," ujar Bettel.

Para pemimpin dijadwalkan merundingkan kesepakatan mengenai paket pemulihan ekonomi $2,06 triliun. Menurut Bettel, tiga poin utama masih harus dibahas yaitu jumlah total anggaran jangka panjang dan dana pemulihan, pemerintahan, dan supremasi hukum.

Sabtu malam, Kanselir Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron keluar lebih cepat dari pembicaraan akhir informal hari itu, menolak menerima tingkat hibah gratis untuk negara-negara yang kesulitan ekonomi dalam paket itu di bawah 400 miliar euro.

Hongaria - didukung Polandia - mengancam akan memveto paket itu karena mekanisme supremasi hukumnya, yang didukung Belanda.

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban mengatakan, "Ada beberapa negara, pada dasarnya Belanda, yang hendak membuat mekanisme supaya Belanda mengendalikan pengeluaran uang (negara-negara Eropa) Selatan. Jadi, pada dasarnya, ini perselisihan antara Belanda dan Italia."

Para pemimpin hendak menjadikan pertemuan puncak itu sebagai momen penting bagi Uni Eropa - setelah hampir 70 tahun integrasi Eropa. Jika mereka gagal mencapai kesepakatan, pakar mengatakan, akan timbul pertanyaan serius mengenai kelangsungan Uni Eropa.

Usul dana pemulihan 750 miliar euro, yang akan digalang dari pasar modal oleh eksekutif Komisi Uni Eropa, sebagian besar akan disalurkan ke negara-negara di seputar Laut Tengah yang terimbas keras pandemi.

Pertemuan itu juga menghadapi kesulitan dalam menyepakati potongan harga dari anggaran Uni Eropa untuk negara-negara kaya, dan mengenai usul mekanisme baru supremasi hukum yang akan membekukan dana bagi negara-negara yang melanggar prinsip-prinsip demokrasi.

Ada spekulasi di kalangan para diplomat Uni Eropa bahwa perundingan akan berlanjut hingga Senin, meskipun mereka mengatakan pertemuan puncak lain pada Juli mungkin akan dilangsungkan jika tidak dicapai kesepakatan dalam pertemuan puncak kali ini.[ka/jm]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG