Tautan-tautan Akses

Para Pemimpin UE Perdebatkan Rencana Pemulihan Pasca Covid-19


PM Finlandia Sanna Marin, PM Belgia Sophie Wilmes, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kanselir Jerman Angela Merkel menjelang dimulainya pertemuan meja bundar KTT Uni Eropa di Brussels, 17 Juli 2020.

Para pemimpin Uni Eropa hari Jumat (17/7) berkumpul untuk memulai apa yang diperkirakan Kanselir Jerman Angela Merkel sebagai “perundingan yang sangat sulit” mengenai cara membiayai 2,1 triliun dolar anggaran Uni Eropa dan dana pemulihan pandemi COVID-19.

Sewaktu tiba di Brussels untuk KTT itu, Merkel mengakui bahwa negara-negara anggota masih berbeda pendapat dan ia tidak dapat memprediksi apakah pembahasan mereka akan membuahkan hasil.

Jerman sedang mendapat giliran sebagai presiden Uni Eropa selama enam bulan dan keberadaan Merkel juga akan semakin penting pada KTT tersebut. Ia merayakan ulang tahun ke-66 pada hari Jumat (17/7) ini.

Blok beranggotakan 27 negara ini sedang mengalami kesulitan melalui resesi terburuk dalam sejarahnya dan negara-negara anggota berselisih mengenai siapa yang harus paling banyak untuk membantu negara-negara lainnya dan negara-negara mana yang harus mendapat bantuan paling banyak untuk mengubah situasi ekonomi mereka yang terpukul.

Urgensi itu sedemikian besarnya sehingga para pemimpin mengakhiri serangkaian pertemuan puncak yang terpaksa dilakukan melalui telekonferensi akibat virus corona, dan bertemu langsung untuk pertama kalinya sejak pandemi mulai merebak ke seluruh dunia.

Sewaktu tiba di KTT, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan “pertaruhannya begitu tinggi” bagi Uni Eropa tetapi ia sedikit lebih optimistis daripada Merkel. “Jika kita melakukannya dengan benar, kita dapat melalui krisis ini dengan lebih kuat dan keluar dari krisis dengan lebih kuat juga. Semua yang diperlukan sudah siap dibahas dan solusi mungkin saja dicapai. Dan solusi itu adalah apa yang diharapkan rakyat Eropa dari kita.”

Yang menjadi pusat perdebatan adalah bagaimana cara mendanai rencana itu. Sebuah koalisi negara-negara di bagian utara enggan menyerahkan bantuan tanpa disertai persyaratan mengenai komitmen bagi reformasi dan rencana pembayaran kembali. [uh/ab]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG