Tautan-tautan Akses

Pembicaraan Perdamaian Suriah di Jenewa Kembali Tertunda


Di kiri, Deputi Menlu Turki Sedat Onal, utusan khusus Rusia untuk Suriah Alexander Lavrentiev, Menlu Kazakhstan Kairat Abdrakhmanov, utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, dan Deputi Menlu Iran Hossein Jaber Ansari berjajar untuk berfoto bersama setelah mengeluarkan pernyataan final setelah pembicaraan mengenai perdamaian di Suriah (24/1). Astana, Kazakhstan. (foto: AP Photo/Sergei Grits)

Perundingan perdamaian Suriah yang tadinya dijadwalkan pada 8 Februari berubah menjadi akhir Februari sebagaimana dikatakan Menlu Rusia.

Menteri luar negeri Rusia mengatakan perundingan perdamaian Suriah yang tadinya dijadwalkan pada 8 Februari berubah menjadi akhir Februari.

Sergei Lavrov mengumumkan penundaan itu Jumat dalam pertemuan di Moskow dengan beberapa kelompok pemberontak Suriah.

Lavrov tidak mengatakan mengapa pembicaraan di Jenewa yang dimediasi PBB itu ditunda.

Sebelumnya pekan ini, Turki, Rusia dan Iran, mempertemukan delegasi pemerintah dan kelompok-kelompok pemberontak Suriah di Kazakhstan untuk pembicaraan perdamaian yang berakhir dengan ketiga negara sepakat membantu memantau gencatan senjata dan upaya menuju resolusi politik untuk mengakhiri konflik di Suriah.

Juru bicara Turki Muftuoglu Kamis mengatakan negaranya tidak akan mengizinkan kelompok pejuang tertentu merusak gencatan senjata, yang mulai berlaku pada akhir Desember. Dia juga menegaskan kembali sikap Turki bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad tidak memiliki tempat dalam masa depan Suriah. Turki telah mendukung pemberontak selama konflik yang dimulai pada tahun 2011 sebagai protes damai sebelum berkembang menjadi perang saudara.

Nasib Assad telah menjadi titik perselisihan dalam beberapa upaya internasional untuk mencapai perdamaian di Suriah. PBB telah menciptakan kerangka kerja yang menyerukan konstitusi baru dan pemilu baru. Sekutu Assad, yang mencakup Rusia dan Iran, mengatakan dia harus tetap berkuasa. [as]

XS
SM
MD
LG