Tautan-tautan Akses

Penyandera di Australia Pernah Dibebaskan dari Tuduhan Teror


Dua anggota polisi penjinak bom Australia membawa peralatan mereka saat akan melakukan penyergapan terhadap pelaku aksi teror di Greenvale dekat Melbourne, Australia, 8 Mei 2015 (Foto: dok).

Pria bersenjata yang telah membunuh seorang pria dan menyandera seorang wanita sebelum tewas dalam baku tembak dengan polisi, pernah dibebaskan dari tuduhan merencanakan serangan teror di pangkalan angkatan darat di Sydney beberapa tahun sebelumnya, kata polisi hari Selasa. Tiga polisi terluka dalam baku tembak itu.

Penyanderaan dan baku tembak di sebuah gedung apartemen di pinggiran kota Melbourne hari Senin itu telah diperlakukan sebagai aksi teror, tetapi Kepala Komisaris Polisi negara bagian Victoria, Graham Ashton mengatakan pria bersenjata itu tampaknya telah bertindak sendirian dan bukan sebagai bagian dari rencana atau ancaman yang lebih besar.

Pria bersenjata itu, Yacqub Khayre, 29, adalah satu dari dua orang yang dibebaskan oleh juri pada tahun 2010 karena merencanakan serangan bunuh diri di Sydney. Tiga orang dinyatakan bersalah melakukan persekongkolan dalam rencana yang digagalkan oleh polisi tersebut.

Khayre, pengungsi Somalia, memiliki catatan kriminal yang luas dan penuh kekerasan. Dia dijatuhi hukuman lima tahun penjara tahun 2012 karena berbagai kejahatan, termasuk merampok dan menganiaya seorang perempuan di rumahnya.

Pembebasan bersyarat Yacqub Khayre awalnya ditolak setelah menjalani hukuman minimal tiga tahun, tetapi ia kemudian dibebaskan pada bulan Desember lalu, kata Wakil Komisaris Polisi Shane Patton.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan dia akan berbicara dengan para pemimpin negara itu pada hari Jumat tentang perubahan undang-undang negara yang memungkinkan para penjahat berbahaya tidak dibebaskan dari penjara pada awal pembebasan bersyarat. [lt]

XS
SM
MD
LG