Tautan-tautan Akses

Laporan: Polisi Australia Tak Siap Tangani Penyerbuan Maut di Sydney Tahun 2014


Café Lindt di Sydney Australia saat memperingati setahun terjadinya serangan maut, Desember 2015 (foto: dok).

Seorang koroner di Australia mengatakan polisi membuat kesalahan serius selama penyerbuan mematikan bulan Desember 2014. Dua sandera meninggal bersama penyerang bersenjata, ulama Islamis di akhir ketegangan di café Lindt di Sydney, Australia.

Tanggal 15 Desember 2014 serangan teror melanda distrik finansial Sydney.

Seorang laki-laki bersenjata masuk ke café Lindt, memesan kopi sebelum mengarahkan senjata ke kepala manajer café itu, Tori Johnson. Selama 16 jam kemudian Man Haron Monis, seorang pengungsi Iran menyandera delapan staf dan 10 pelanggan di bawah ancaman senjata.

Selama jam-jam mengerikan itu beberapa sandera berhasil meloloskan diri dan komando polisi akhirnya menyerbu café itu setelah Monis membunuh Johnson. Sandera lainnya tewas dalam tembak menembak dan penyerang itu menembak tewas polisi.

Setelah penyelidikan selama 18 bulan, koroner New South Wales, Michael Barnes mengecam polisi karena tidak bertindak lebih cepat. Ia mengatakan polisi tidak siap menangani penyerbuan untuk melindungi 18 tawanan yang sangat tersiksa dalam penyanderaan itu.

“Teror yang mereka alami bisa digambarkan sebagai siksaan ketika Monis terombang-ambing antara memperhatikan kesempatan mereka dan mengancam untuk membunuh mereka dengan senjata atau bom. Mereka masuk ke tempat kerja yang mereka kenal atau tempat bersantai yang nyaman yang berubah menjadi penjara yang dijalankan oleh orang maniak yang jahat,” ujar Barnes.

Ahli koroner itu mendapati penyerang itu tidak mengalami gangguan psikiatri tapi seorang yang bermasalah yang bebas dengan jaminan pada saat penyerbuan itu. Ia dituduh terlibat dalam pembunuhan mantan istrinya dan menulis surat kasar kepada para keluarga tentara Australia yang gugur. Meski demikian pakar koroner itu mengatakan polisi tidak punya gambaran yang akurat mengenai siapa Monis atau apa yang bisa dilakukannya ketika ia menyandera 18 orang.

Koroner di negara bagian New South Wales itu memastikan bahwa semua kematian termasuk akibat tembakan dan ledakan diselidiki sebagaimana mestinya. Jika diperlukan para pakar koroner juga bisa merekomendasikan langkah-langkah untuk mencegah kematian di masa yang akan datang.

Barnes membuat 45 rekomendasi dalam laporan setebal 600 halaman setelah memeriksa penyerbuan di café Lindt di Sydney itu.

Anggota keluarga dan sahabat dua korban penyerbuan café Lindt itu sangat kritis terhadap tanggapan polisi selama ketegangan itu. [my/jm]

XS
SM
MD
LG