Tautan-tautan Akses

AS

Pentagon Terbitkan Aturan Lebih Ketat untuk Anggota Layanan Imigran


Beberapa anggota militer AS di Irak (foto: ilustrasi). Pentagon akan memperketat aturan bagi program yang memungkinkan anggota militer yang lahir di luar negeri diberi proses cepat untuk menjadi warga negara AS.

Departemen Pertahanan AS mengubah sebuah program yang memungkinkan anggota militer yang lahir di luar negeri diberi proses cepat untuk menjadi warga negara Amerika.

Pedoman baru yang diluncurkan hari Jumat itu akan berdampak pada penduduk tetap legal (LPR), atau pemegang kartu hijau, dan anggota militer yang terdaftar dalam program National Interest (MAVNI) yang diluncurkan tahun 2009, yang menerima imigran dengan keterampilan medis atau bahasa.

"Program ini akan segera diberlakukan, semua LPR harus menjalani penyelidikan latar belakang dan lulus pengecekan keamanan (MSSD) sebelum memasuki dinas aktif, tentara cadangan, atau petugas penjaga," demikian menurut sebuah pernyataan Departemen Pertahanan.

Agar memenuhi syarat untuk proses naturalisasi yang dipercepat, LPR itu sekarang harus menjalani pelatihan militer awal dari angkatan di mana mereka berdinas, menjalankan setidaknya 180 hari sebagai tentara aktif, atau paling sedikit satu tahun dinas secara memuaskan di unit cadangan yang dipilihnya, dan lulus pemeriksaan latar belakang yang terperinci.

Ini adalah perubahan dari praktik saat ini dimana anggota sebuah angkatan memenuhi syarat untuk "naturalisasi yang dipercepat " setelah hanya satu hari berdinas.

Meskipun program tersebut menawarkan jalan pintas menuju kewarganegaraan AS, anggota baru harus memiliki kartu hijau setidaknya dua tahun dan harus menjadi penduduk tetap resmi AS setidaknya selama lima tahun sebelum bisa mengajukan permohonan kewarganegaraan atau memegang kartu hijau AS dan menikah dengan seorang warga negara Amerika paling sedikit selama tiga tahun. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG