Tautan-tautan Akses

AS

Trump Ajukan Usulan Prioritas Kebijakan Imigrasi


Presiden Donald Trump berbicara kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih di Washington menuju Greensboro, North Carolina, 7 Oktober 2017.

Pemerintahan Trump mengeluarkan daftar usulan prioritas kebijakan imigrasi yang lebih keras pada Minggu (8/10). Usulan kebijakan imigrasi ini bisa menggagalkan upaya melindungi ratusan imigran muda ilegal yang dibawa orang tuanya ke Amerika pada saat mereka masih anak-anak, dari ancaman deportasi.

Permintaan yang diajukan termasuk memperbaiki sistem green card atau sistem pemberian ijin tinggal permanen, mempekerjakan lebih dari 10.000 petugas imigrasi tambahan dan membangun tembok sepanjang perbatasan selatan seperti yang dijanjikan Presiden Donald Trump.

Namun, para pejabat pemerintahan Trump mengatakan, Presiden akan berusaha meloloskan permintaan ini dengan imbalan akan memberikan dukungan untuk undang-undang yang akan memperpanjang program “Deffered Action for Childhood Arrivals” atau “Penangguhan Tindakan terhadap Anak-Anak Imigran Ilegal”, yang disingkat DACA.

Bulan lalu Trump mengumumkan rencana mengakhiri program DACA, kebijakan era Obama yang melindungi ratusan ribu anak muda yang dibawa ke Amerika secara ilegal ketika anak-anak.

Program DACA itu mengizinkan anak-anak muda – yang datang ke Amerika sebelum berusia 16 tahun dan datang sebelum bulan Juni 2007 - untuk bekerja dan belajar di Amerika dan berdinas di militer. Mereka sebagian besar berasal dari Meksiko dan negara-negara Amerika Tengah.

Daftar usulan kebijaan imigrasi Trump juga mencakup pembatasan pemberian green card atau ijin tinggal permanen berbasis keluarga untuk pasangan dan anak-anak warga Amerika dan penduduk tetap yang sah, dan membuat sistem berbasis poin.

Tetapi Demokrat menentang keras banyak tuntutan dalam daftar usulan Trump.

Dalam pernyataan bersama, Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Nancy Pelosi dan Ketua Fraksi Demokratdi Senat, Chuck Schumer mengatakan, daftar itu "sangat tidak masuk akal.''

Tetapi Jaksa Agung Jeff Sessions tidak setuju. Dalam pernyataan tegas yang dirilis Minggu malam (8/10), Sessions menilai daftar Trump itu "usul yang masuk akal." Ia mengatakan, "Rencana itu akan berhasil. Jika dilakukan, akan membuahkan sistem imigrasi yang terintegritas dan bisa kita banggakan."

Trump memberi Kongres waktu enam bulan untuk membuat undang-undang untuk menghindarkan hampir 800.000 imigran muda illegal dari deportasi. [ka/fw]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG