Tautan-tautan Akses

Pengamat Puji Tanggapan RI Atas Pembatalan Lawatan MBS


Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman saat tiba di Kremlin, Moscow, Rusia, 30 Mei 2017.

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman membatalkan rencana lawatannya ke Indonesia dan Malaysia. Pengamat hubungan internasional puji sikap pemerintah menghadapi pembatalan tiba-tiba itu.

Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam pernyataan pers pada Sabtu (16/2) menyatakan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman membatalkan rencana lawatannya ke Indonesia.

"Rencana kunjungan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman ke kawasan Asia Tenggara (Indonesia dan Malaysia) ditunda pelaksanaannya," kata Kementerian Luar Negeri. "Indonesia dan Arab Saudi akan terus berkomunikasi untuk menentukan jadwal baru, sekaligus memastikan hasil-hasil kunjungan yang lebih optimal."

Mohammed bin Salman – yang kerap disebut dengan akronimnya MBS – tadinya dijadwalkan tiba di Jakarta pada hari ini, Senin sore (18/2) dan bertemu Presdien Joko Widodo di Istana Bogor keesokan harinya.

Dalam jumpa pers sehari sebelumnya, Direktur Asia Pasifik Kementerian Luar Negeri Desra Percaya, menjelaskan akan ada sejumlah nota kesepahaman yang akan ditandatangani oleh kedua pihak.

Dengan pembatalan lawatan ke Indonesia dan Malaysia, berarti hanya Pakistan yang akan dikunjungi pangeran berusia 33 tahun ini.

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Bandung, Teuku Rezasyah,menilai batalnya Mohammed bin Salman ke Indonesia lebih disebabkan pada masalah serius di dalam negeri Arab Saudi seperti tingginya intrik di kalangan petinggi di negara itu yang berpotensi meruntuhkan kredibilitas Mohammed bin Salman. Ia memuji sikap realistis dan profesional pemerintah menghadapi pembatalan tiba-tiba itu.

“Pemerintah RI realistis dan profesional sehingga tidak mengaitkan masalah hukum yang dituduhkan media massa internasional, dengan kedudukan MBS sebagai tokoh negara Saudi Arabia yang akan mengadakan kunjungan kenegaraan. Pemerintah tentu berharap menindaklanjuti hasil pembicaraan dengan Raja Salman, yang terjadi tahun 2017 silam,” ujar Reza.

Rezasyah juga memuji keseriusan pemerintah menerima putra mahkota itu dengan menjaga kerahasiaan kunjungan dan rincian perjalanannya.

Lawatan ini berlangsung di tengah sorotan tajam dunia pada Mohammed bin Salman, yang diduga mengetahui pembunuhan kolumnis surat kabar Washington Post, Jamal Khashoggi. Khashoggi dibunuh di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, awal Oktober 2018. Hingga kini mayatnya tidak pernah ditemukan.

Kerajaan Arab Saudi sebelumnya menyangkal terlibat dalam pembunuhan itu, tetapi beberapa minggu kemudian mengubah pernyataan itu dengan mengatakan bahwa Khashoggi dibunuh oleh “agen-agen yang jahat.” Sedikitnya 11 orang telah diseret ke meja hijau, meskipun otak pembunuhan yang sesungguhnya hingga kini masih samar. Kongres Amerika telah menggunakan UU Magnitsky untuk mendorong pemerintah Trump menyelidiki pembunuhan keji itu, namun hingga tenggat yang ditetapkan berakhir, belum ada satu pihak pun disebut secara terang-terangan sebagai pelaku pembunuhan. [fw/em]

Recommended

XS
SM
MD
LG