Tautan-tautan Akses

Penelitian: Kelebihan Berat Badan Tingkatkan Risiko Kematian


Dua perempuan menyeberang jalan di kota Barre, negara bagian Vermont, 17 Juni 2013.

“Paradoks obesitas” – yang tercantum puluhan kajian mengenai berat badan – menunjukkan bahwa sedikit gemuk bukan hal yang buruk, dan dapat memperpanjang umur, atau paling tidak, tidak memperpendek umur.

Satu kajian oleh para periset Pusat Nasional bagi Statistik Kesehatan di Pusat Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit di Atlanta, Georgia, melaporkan tahun 2013 bahwa sedikit gemuk adalah optimal untuk mengurangi risiko kematian. Kajian ini menganalisa data 2,9 juta orang dalam 97 penelitian.

Peneliti mendapati bahwa kegemukan moderat sampai obesitas parah dikaitkan dengan naiknya risiko kematian secara signifikan sementara orang yang sedikit gemuk (mildly obese) memiliki risiko kematian 5 persen lebih rendah daripada orang yang beratnya normal. Orang yang sedikit kegemukan (slightly overweight), menurut hasil kajian itu, mendapat manfaat paling besar, mereka memiliki risiko kematian 6 persen lebih rendah daripada orang dengan berat badan normal.

Tetapi hasil sebuah kajian baru oleh Andrew Stoke dan rekan-rekan, yang dimuat dalam Annals of Internal Medicine, menyanggah paradoks itu.

Stokes adalah profesor jurusan Kesehatan Global, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Pembangunan, Universitas Boston, dan penulis senior studi baru ini.

Pengecam seperti Stokes mengatakan kajian-kajian terdahulu yang menyimpulkan bahwa ada paradoks obesitas bercacat karena tidak memperhitungkan riwayat berat badan seseorang.

Stokes mengatakan sebagian besar kajian yang telah dilakukan mengenai berat badan dan hubungannya dengan mortalitas menggunakan pengukuran berat satu kali, atau berat badan pada satu saat, sementara juga melakukan pengukuran gula darah dan kolesterol, dan juga tekanan darah, yang mungkin normal. Kemudian, dalam periode tindak lanjut, tingkat mortalitas orang yang mengalami obesitas dibandingkan dengan jumlah kematian orang-orang yang berat badannya sekitar normal.

Menurut Stokes kajian-kajian itu tidak memperhitungkan fakta bahwa sebagian orang yang tidak gemuk, yang digunakan untuk tujuan pembanding, sedang menderita penyakit yang membuatnya sudah meninggal ketika dilakukan kajian tindak lanjut.

Pendekatan yang lebih baik, kata Stokes, adalah yang dilakukannya dalam kajian bersama rekan-rekannya. Mereka memantau kesehatan 225 ribu peserta selama 16 tahun, dalam tiga kajian prospektif, dan kemudian mengkaji kematian yang terjadi selama 12 tahun berikutnya.

Peneliti mendapati bahwa orang-orang yang didefinisikan mengalami obesitas menurut rumusan yang disebut body mass index, BMI, menghadapi risiko lebih tinggi untuk semua penyebab kematian, termasuk penyakit jantung, kanker, dan sakit pernapasan.

Risiko kematian tertinggi, kata Stokes, terdapat diantara peserta dalam kisaran berat badan normal yang mengalami penurunan tajam berat badan, yang mencerminkan penurunan berat badan tanpa sengaja karena sakit.

"Orang yang akan meninggal sering menderita sakit yang membuat berat badan mereka turun. Jadi, ada orang-orang tertentu yang berat badannya normal masuk dalam kategori itu bukan karena kondisinya sehat, tetapi karena menderita sakit seperti penyakit jantung atau kanker," tegas Stokes.

Kunci kesehatan yang baik, menurut para penulis laporan baru ini, adalah menurunkan berat badan kalau kegemukan, kemudian mempertahankannya untuk jangka waktu lama.

Stokes mengatakan ia khawatir bahwa kajian-kajian yang menunjukkan bahwa kelebihan berat badan mungkin baik untuk kesehatan menjadi pesan yang nantinya sampai ke masyarakat umum.

Stokes mengemukakan bahwa lebih dari seperempat populasi dunia berkelebihan berat badan, masalah di negara berpenghasilan rendah dan menengah karena ketersediaan minuman bergula dan makanan yang diproses.

Makanan ini dapat menjurus pada penyakit kronis, seperti diabetes. Jadi, kata Stokes, kita sebaiknya jangan percaya bahwa memiliki berat badan berlebih karena makanan dan minuman seperti ini merupakan cara untuk memiliki kesehatan yang baik dalam jangka panjang.

"Pesan itu berpotensi menimbulkan rasa apatis terhadap nilai menurunkan berat badan dan menjaga berat badan yang sehat," kata Stokes. "Jadi, satu implikasi kajian ini adalah bahwa sedikitpun kelebihan berat badan dapat merugikan, dan adalah sangat penting untuk mencegah penambahan berat badan dan untuk menjaga berat badan sehat yang stabil sepanjang hidup." [ds]

XS
SM
MD
LG