Tautan-tautan Akses

AS

Pendukung Serukan “Pulangkan”, Trump Mengaku Tak Senang


Presiden AS Donald Trump berbicara di Gedung Putih, Kamis (18/7).

Presiden Amerika Donald Trump untuk hari kelima berturut-turut, mempertanyakan kesetiaan empat anggota DPR pada Amerika. Ia menuduh mereka membuat pernyataan "dengan kebencian yang begitu besar terhadap negara kita."

Kepada wartawan hari Kamis (18/7), Presiden Donald Trump mengatakan, ke empat anggota DPR fraksi Demokrat periode pertama itu, yang dikenal sebagai pasukan, berkewajiban besar untuk mencintai negara mereka.”

Berbicara bersama Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, presiden ditanya tentang yel-yel "pulangkan" pada rapat umum politik Rabu malam ketika ia mengkritik Ilhan Omar, satu dari empat perempuan anggota kongres, pengungsi perang dari Somalia.

"Merekalah orang-orang yang mencintai negara kita," ujar Trump tentang mereka yang meneriakkan yel-yel itu, tetapi, "saya tidak senang ketika mendengar yel-yel seperti itu," ujarnya.

Ditanya reporter hari Kamis di Gedung Putih mengapa ia tidak mencoba menghentikan yel-yel dalam acara di North Carolina itu, presiden menjawab: "Sudah. Saya segera mulai berbicara."

Ketika ditanya tentang Trump hari Kamis oleh wartawan di luar Gedung Kongres Amerika, Capitol Hill, Ilhan Omar, menjawab, "Saya percaya dia fasis."

Omar balik bertanya, "Apakah karena mengkritik presiden, saya harus dideportasi?"

Omar adalah satu dari empat perempuan kulit berwarna yang baru menjadi anggota Kongres dan berulang kali diserang Trump sejak hari Minggu di media sosial dan dalam komentar terbuka.

"Menurut saya, dalam beberapa kasus mereka benci Amerika," kata Trump pada rapat umum politik Rabu malam tentang anggota Kongres Omar, Alexandria Ocasio-Cortez, Ayana Pressley dan Rashida Tlaib.

Anggota DPR fraksi Republik Adam Kinzinger memperingatkan, perilaku yang diperlihatkan Trump pada rapat umum Rabu malam itu mengancam memecah Amerika.

Selasa malam, empat anggota fraksi Republik bergabung dengan semua anggota fraksi Demokrat di DPR, menyetujui resolusi yang mengutuk pernyataan "rasis" Trump. Fokus perselisihan itu adalah cuitan Trump hari Minggu yang menyuruh ke-empat perempuan anggota kongres itu "pulang" ke negara mereka untuk memperbaiki negara mereka sebelum menyerang Amerika. Padahal, keempatnya adalah warga Amerika dan hanya Omar yang tidak dilahirkan di Amerika.

Resolusi DPR itu, yang disahkan dengan suara 240 banding 187, "sangat mengutuk komentar" rasis "Trump yang melegitimasi dan meningkatkan ketakutan dan kebencian terhadap orang yang baru menjadi warga Amerika dan orang kulit berwarna."(ka/al)

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG