Tautan-tautan Akses

Pemrakarsa Teknologi Seluruh Dunia Hadiri 'Startup School'


Drew Houston, CEO Dropbox, menjelaskan secara terperinci mengenai bisnis dan produk baru perusahaannya dalam sebuah presentasi Senin, 30 Januari 2017 di San Francisco. (Foto: dok).

Banyak orang dari seluruh dunia datang ke Silicon Valley untuk belajar mendirikan bisnis baru dan menjadi wirausahawan sukses. Sebuah program yang bernama "Startup School" menghadirkan penjelasan penting itu kepada para calon wirausahawan itu secara online, sehingga mereka tidak usah datang ke Silicon Valley. Wartawan VOA Michelle Quinn melaporkan dari Mountain View, California.

Y Combinator, perusahaan di Silicon Valley yang mendanai pendirian beberapa perusahaan teknologi terkenal di dunia. Para wirausahawan dari seluruh dunia berkompetisi untuk menjadi bagian dari program 10 minggu yang berlangsung setiap tahun. Hanya dua persen dari pendaftar yang diterima.

Untuk memperluas cakupannya, Y Combinator kini menawarkan programnya secara online.

Lebih dari 7.000 pendiri bisnis baru dari 140 negara mendaftar untuk mengikuti pendidikan di sekolah startup mereka yang pertama.

Kelas-kelas diajarkan oleh para pakar teknologi dari perusahaan besar seperti Facebook, Slack dan lainnya. Para mentor mengadakan pertemuan mingguan dengan para peserta baik secara online maupun secara langsung.

Steven Pham dari Y Combinator adalah salah seorang yang ikut menyelenggarakan sekolah startup itu.

“Akses internet adalah sesuatu kini terjangkau oleh banyak orang. Kami ingin membantu komunitas dimana bisnis-bisnis baru bermunculan, dan membantu mereka mempelajari cara-cara terbaik dalam memulai sebuah usaha,” jelasnya.

Puncak acara di Sekolah Startup adalah Hari Presentasi. Ratusan perusahaan baru dari seluruh dunia mengajukan gagasan mereka secara online. Ide mereka sangat beragam.

Dari Suriah, ada sebuah kelompok yang mengajarkan anak-anak untuk membuat sirkuit.

SocialEyeze yang berbasis di Sudan, berupaya membantu warga tuna netra supaya bisa lebih mudah mengakses media sosial.

Ti Zhao, mentor dari Y Combinator memuji berbagai gagasan itu.
“Silicon Valley dianggap sebagai pusatnya bisnis teknologi baru, dan saya bangga sekali melihat begitu banyak perusahaan beragam dari banyak tempat di seluruh dunia.”

Tak hanya mendapatkan ilmu, para peserta juga menjalin persahabatan, seperti yang disampaikan Goktug Yilmaz, pendiri Dawn of Crafting di Ankara, Turki.

“Di Sekolah Startup kami mendapat banyak teman secara online. Kami akan meneruskan persahabatan itu dengan pendiri-pendiri startup lainnya,” ujarnya.

Bukan tidak mungkin program ini akan melahirkan tokoh sesukses Bill Gates atau Mark Zuckerberg. [vm/jm]

XS
SM
MD
LG