Tautan-tautan Akses

Pemprov Jatim Ekspor Produk Pertanian dan Hortikultura ke Sejumlah Negara


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo melepas truk pengangkut komoditas pertanian dan hortikultura Jawa Timur ke sejumlah negara di Asia (foto: Petrus Riski/VOA).

Untuk mengakomodasi kelebihan produksi dan turunnya harga komoditas pertanian di dalam negeri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengekspor komoditas pertanian dan hortikultura ke sejumlah negara di Asia. Ekspor komoditas pertanian dan hortikultura ini sekaligs menjadi bukti keberhasilan produksi tanaman pangan asal Jawa Timur, yang sering menjadi pendukung ketersediaan pangan nasional.

Pemerintah provinsi Jawa Timur pekan ini mengekspor 26 ton bawang merah asal Probolinggo ke Filipina; lima ton mangga jenis arumanis asal Jombang, Kediri, Gresik, Lamongan ke Malaysia dan Singapura; serta 20 ton benih kangkung asal Lamongan menuju ke Vietnam, China, dan Malaysia. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo hari Senin (8/10) melepas keberangkatan truk pengangkut komoditas itu.

Andi Amran Sulaiman mengatakan ekspor ini merupakan langkah tepat yang diambil pemerintah, di tengah turunnya harga sejumlah komoditas pertanian dan hortikultura milik petani di pasar dalam negeri.

“Ini yang kita berangkatkan adalah bawang merah, karena harganya lagi anjlok, sehingga kita ekspor. Solusinya adalah ekspor. Yang kedua, mangga. Yang ketiga adalah benih kangkung, kita ekspor ke beberapa negara, Vietnam dengan China,” ungkapnya.

Harga komoditas bawang merah di Indonesia saat ini sedang turun yaitu pada kisaran Rp. 15 ribu hingga Rp. 20 ribu per kilogram.

Amran Sulaiman menilai ekspor komoditas pertanian dan hortikultura ini akan menguntungkan petani Indonesia, dan sekaligus perekonomian tanah air, terlebih karena trend ekspor Indonesia untuk produk pertanian saat ini dibanding tahun 2017 naik 24 persen, menjadi sekitar Rp. 441 triliun. Krisis global ini kata Amran, menjadi perhatian Presiden Joko Widodo, yang menginstruksikan untuk memperbanyak ekspor dengan memberikan kemudahan perizinan bagi para importir.

“Perintah Presiden, dorong ekspor sebanyak-banyaknya, kemudian permudah para eksportir. Bahkan kami minta jajaran pertanian, semua kebutuhan izin-izin bila perlu diantarkan ke rumahnya, kita mempermudah mereka. Di saat kondisi rupiah kita melemah, ini adalah momentum emas untuk mendorong ekspor, karena ini sangat menguntungkan petani-petani Indonesia,” tambah Amran Sulaiman.

Sementara, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan sebagai provinsi yang menitikberatkan pada sektor pertanian dan agro industri, Jawa Timur terus mendongkrak produksi tanaman pertanian dan hortikultura. Salah satunya adalah komoditas mangga, yang telah banyak dibudidayakan oleh masyarakat.

“Kalau mangga itu hampir seluruhnya. Jadi mulai Ponorogo, Madiun itu jenis arum manis ini. Jadi memang, tadinya bibit itu dari Probolinggo dan Pasuruan, tapi sudah menyebar bahkan di jalan-jalan itu sudah ditanami Mangga semua,” kata Soekarwo.

Nilai perdagangan antar provinsi di Jawa Timur pada tahun 2017 lalu hingga semester pertama tahun ini mengalami surplus hingga Rp. 210 triliun, atau naik sekitar Rp. 164 triliun pada periode tahun sebelumnya. Sedangkan untuk ekspor luar negeri khususnya di wilayah ASEAN, Jawa Timur mencatatkan surplus sebesar US$ 1,5 milyar, yang ditargetkan meningkat sekitar US$ 2,2 milyar pada tahun ini.

“Perdagangan antar provinsi kita, tahun ini (2018) surplusnya Rp. 210 triliun, 1 semester itu Rp. 101 triliun, semester kedua itu kira-kita Rp. 110 triliun. Jadi ini naik dari 164 tahun lalu tentantg capital inflow surplus itu, ekspor ke luar negeri, tahun lalu dengan ASEAN, surplus US$ 1,5 milyar, tahun ini kira-kira US$ 2,2 milyar. Jadi ekspor kita naik bagus.” pungkas Soekarwo [pr/em]

Recommended

XS
SM
MD
LG