Tautan-tautan Akses

Pemimpin Turki, Uni Eropa Bertemu dalam Konferensi NATO


Bendera Turki berkibar di antara bendera negara-negara anggota NATO lainnya di markas besar Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Brussels, Belgia, 28 Juli 2015 (Foto: dok).

Hubungan antara Uni Eropa dan Turki menurun tahun lalu menyusul kudeta gagal pada bulan Juli, dan makin memburuk selama kampanye untuk referendum 16 April guna memperkuat posisi Erdogan.

Pejabat tinggi Turki dan Uni Eropa akan mengadakan pembicaraan di sisi pertemuan NATO bulan ini yang dihadiri oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

"Pertemuan akan disusul dengan KTT meski dewasa ini terjadi ketegangan yang belum pernah terjadi antara Turki dan Uni Eropa," kata Menteri Luar Negeri Turki, Selasa (2/5).

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan, para pemimpin Uni Eropa akan mengadakan pertemuan dengan wakil-wakil Turki di sisi KTT NATO tanggal 24 Mei di Brussels, yang juga merupakan markas besar Uni Eropa.

Dia tidak menentukan siapa yang akan ambil bagian dalam pembicaraan tersebut. Erdogan telah mengukuhkan bahwa dia akan menghadiri KTT NATO.

Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan bulan lalu, bahwa Presiden Uni Eropa, Donald Tusk dan Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker ingin bertemu dengan Erdogan pada KTT NATO.

Hubungan antara Uni Eropa dan Turki menurun tahun lalu menyusul kudeta gagal pada bulan Juli, dan makin memburuk selama kampanye untuk referendum 16 April guna memperkuat posisi Erdogan.

Sebelumnya hari Selasa, Erdogan mengatakan kepada Uni Eropa bahwa Uni Eropa tidak punya "pilihan" lain selain membuka apa yang disebut bidang kebijakan dalam perundingan yang sudah lama terhenti tentang keanggotaan Turki yang dimulai pada tahun 2005.

Cavusoglu menegaskan bahwa Turki tidak bermaksud menjadi musuh Uni Eropa. [ps/al]

XS
SM
MD
LG