Tautan-tautan Akses

AS

Pemilu Sela 2018 Bisa Dianggap Referendum mengenai Trump


Presiden AS Donald Trump

2018 adalah tahun pemilihan DPR di Amerika dan Presiden Donald Trump menganjurkan pendukungnya untuk memilih sementara kedua partai bersiap-siap menghadapi bulan November.

"Orang-orang yang memilih kita menjadi sedikit puas, mereka senang," kata Trump kepada para pendukungnya ketika berpidato baru-baru ini mengenai reformasi pajak di Cincinnati.

"Mereka berpuas diri tapi mereka akan kalah, karena pihak lain akan berusaha lebih keras, dan mereka punya energi yang lebih besar," imbuhnya.

Trump memperkirakan Partai Republik akan lebih baik dari yang diperkirakan pada bulan November nanti ketika ke 435 kursi DPR dan 34 dari 100 kursi Senat dipertaruhkan.

"Saya kira karena apa yang sudah kita lakukan, karena kesuksesan yang luar biasa yang kita alami, saya rasa kita akan mendapat hasil yang sangat baik di tahun 2018," tukas Trump optimis.

Tetapi pemilihan sela biasanya tidak menguntungkakan partai presiden, yang rata-rata kehilangan sekitar 30 kursi DPR dan juga beberapa kursi Senat.

Kekalahan akan lebih buruk jika tingkat popularitas presiden berada di bawah 50 persen, yang bisa terjadi tahun ini. Tingkat kepopuleran Trump meningkat dalam beberapa pekan terakhir, tapi rata-rata hanya di atas 40 persen, bukan posisi yang kuat menjelang pemilu sela.

"Kita tahu, kita punya presiden yang sangat tidak populer, dan kelompok Demokrat bisa memenangkan banyak kursi," kata Jim Kessler dari Third Way, organisasi advokasi dan riset beraliran kiri-tengah. [my/ii]

XS
SM
MD
LG