Tautan-tautan Akses

Pemerintah Pertimbangkan Rencana TPP, Incar Perjanjian Bilateral


Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sebuah wawancara di Jakarta. (Foto: Dok)

Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan, hari Rabu untuk membahas cara-cara meningkatkan perdagangan antara kedua negara.

Pemerintah tertarik menjalin kemitraan ekonomi bilateral dengan Amerika Serikat setelah ekonomi terbesar dunia itu menarik diri dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), menurut seorang pejabat pemerintah hari Rabu (25/1).

Pemerintah juga mempertimbangkan kembali niatnya untuk bergabung dengan TPP, kata Dewi Fortuna Anwar, wakil sekretaris kantor wakil presiden, kepada Reuters.

"Penekanan kita adalah lebih pada kerjasama ekonomi bilateral antara Republik Indonesia dan Amerika Serikat," ujar Dewi.

"Ini akan menjadi kerjasama bilateral komprehensif, termasuk untuk perdagangan dan investasi."

Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph R. Donovan, hari Rabu untuk membahas cara-cara meningkatkan perdagangan antara kedua negara.

Indonesia akan fokus pada pembahasan-pembahasan untuk kontrak perdagangan bilateral dengan Uni Eropa dan Australia, sambil memantau perkembangan TPP, ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong, secara terpisah.

"Saya telah melihat pernyataan menteri perdagangan Australia yang meminta China dan Indonesia bergabung dengan TPP untuk menggantikan AS. Saya belum berkesempatan berbicara dengan beliau, tapi saya terbuka untuk diskusi dan dialog," ujar Thomas.

Dalam kunjungan ke Washington Oktober 2015, Presiden Joko Widodo mengatakan kepada presiden AS saat itu, Barack Obama, bahwa Indonesia berniat bergabung dengan pakta perdagangan multilateral Pasifik itu.

Australia dan Selandia Baru mengatakan hari Selasa mereka berharap menyelamatkan TPP dengan mendorong China dan Indonesia, di antara negara-negara Asia lainnya, untuk bergabung setelah Presiden AS yang baru Donald Trump mewujudkan janjinya untuk mengabaikan perjanjian itu.

Di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying hari Selasa tidak mengatakan secara langsung apakah China tertarik bergabung dengan TPP, tapi ia mengatakan di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini, Asia-Pasifik seharusnya membuat kontribusi bagi pertumbuhan dengan keterbukaan.

Obama telah membentuk TPP tanpa China dalam upaya untuk menetapkan aturan-aturan perdagangan di Asia sebelum Beijing melakukannya, menciptakan kepemimpinan ekonomi AS di wilayah ini sebagai bagian kebijakan "beralih ke Asia."

China telah mengusulkan pakta tandingan, Wilayah Perdagangan Bebas Asia Pasifik (FTAAP) dan telah mendorong Kemitraan Ekonomi Regional Komprehensif (RCEP) yang didukung Asia Tenggara.

Indonesia adalah negosiator utama untuk RCEP untuk negara-negara anggota ASEAN. [hd]

XS
SM
MD
LG