Tautan-tautan Akses

Peluang Rouhani Tak Besar dalam Pilpres Iran


Presiden Iran Hassan Rouhani melambai kepada pendukungnya dalam kampanye pilpres di Teheran (9/5).
Presiden Iran Hassan Rouhani melambai kepada pendukungnya dalam kampanye pilpres di Teheran (9/5).

Warga Iran akan pergi ke TPS Jumat (19/5) ini, pada hari yang sama Presiden Donald Trump akan tiba di Arab Saudi, di mana pemimpin-pemimpinnya telah berjanji akan memulai “perang terhadap Iran.”

Trump dan Amerika merupakan faktor penting dalam kampanye pemilihan presiden di Iran, dan kelompok garis keras mengingatkan pesan dari Ayatollah Ruhollah Khomeini, pendiri dari Republik Islam Iran, yang mengatakan: “Semua kesulitan yang dialami Iran disebabkan oleh Amerika.”

Tampaknya mereka juga disemangati oleh Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang menuduh presiden Hassan Rouhani hendak mengimpor keboborokan Barat dan membuka Iran kepada bisnis Amerika yang akan merugikan Iran.

Mereka memfokuskan pada ekonomi populis, dan mengecam Rouhani, seorang konservatif yang pragmatis. Katanya dia gagal mengentaskan kemiskinan serta menciptakan manfaat ekonomi lewat persetujuan nuklir dengan kekuatan-kekuatan dunia.

Pesan dari kelompok garis keras adalah, Rouhani dan pendukungnya mewakili kelompok elit, dan mereka menjanjikan tunjangan pengangguran serta program pekerjaan umum untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi para mostazafin, atau mereka yang tertindas. Pesan kampanye seperti ini membuat peluang Rouhani untuk memenangkan pemilihan menjadi tidak pasti. [jm]

XS
SM
MD
LG