Tautan-tautan Akses

Seorang calon presiden Iran mengatakan hari Minggu (23/4) persetujuan nuklir bersejarah tahun 2015 dengan negara-negara kuat dunia telah gagal mencabut sanksi atau meningkatkan ekonomi negara.

Mostafa Mirsalim, seorang konservatif, mengatakan dalam jumpa pers bahwa pendekatan Presiden Hassan Rouhani ke Barat telah gagal, dan menambahkan bahwa “sanksi tetap berlaku dan bahkan ditingkatkan.”

Berdasarkan persetujuan nuklir itu, sanksi internasional dicabut sebagai imbalan pengekangan pengolahan uranium Iran, tetapi memisahkan sanksi Amerika yang berhubungan dengan program misil balistik Iran dan sanksi initelah diperketat.

Mirsalim mengatakan bahwa, kalau terpilih, ia akan mematuhi persetujuan nuklir itu. Tetapi ia mengatakan pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump sudah merongrong persetujuan itu, tanpa memberi keterangan lebih jauh.

Pekan lalu, Departemen Luar negeri Amerika menyatakan bahwa Iran mematuhi persetujuan nuklir, tetapi Trump, pengeritik sejak lama persetujuan itu, mengatakan Teheran melanggar semangat persetujuan tersebut dan bahwa Amerika kemungkinan akan mengundurkan diri dari persetujuan tersebut.

Rouhani adalah calon terkuat dalam pemilihan presiden bulan depan, dimana ia akan menghadapi lima orang calon lain.

Golongan garis keras Iran telah mengecam persetujuan nuklir tersebut, dengan mengatakan Rouhani memberi terlalu banyak konsesi dan bahwa ekonomi tetap lemah walaupun sanksi dicabut. [gp]

XS
SM
MD
LG