Tautan-tautan Akses

PBB Siap Peringati Hari Jadi ke-75, Perannya Makin Dipertanyakan


Wakil Sekjen PBB, Fabrizio Hochschild

Persiapan untuk memperingati hari jadi Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB ke-75 sedang berjalan, sementara kemampuan badan dunia itu menjaga perdamaian dan keamanan dunia tampak semakin lemah.

PBB didirikan setelah Perang Dunia I, tepatnya tanggal 24 Oktober 1945, untuk mencegah konflik menghancurkan lainnya. Lima puluh satu anggota pendiri badan itu berharap PBB akan berhasil setelah pendahulunya, Liga Bangsa-Bangsa, mengalami kegagalan mempertahankan perdamaian dan keamanan dunia.

Wakil Sekjen PBB Fabrizio Hochschild, yang juga penasihat khusus persiapan peringatan hari jadi PBB ke75, mengakui bahwa badan dunia itu gagal melakukan tugasnya tetapi mengatakan kepada VOA bahwa konflik-konflik akan menjadi semakin intens dan sering, tanpa PBB . Ditambahkannya, PBB telah berhasil mencegah sejumlah konfrontasi negara adidaya.

“Tetapi saat ini, aspek resolusi konflik PBB, badan utama kami yaitu Dewan Keamanan – jelas tidak memenuhi janjinya. Dan mungkin, kenyataan yang paling menyakitkan adalah ratusan ribu orang yang tewas dalam konflik di Suriah,” ungkapnya.

Namun, di balik kemunduran ini Hochschild mengatakan, ada pencapaian signifikan selama 75 tahun terakhir yaitu membaiknya kondisi sosial, ekonomi dan hak asasi manusia di seluruh dunia.

“Jika kita melihat isu kesehatan, tingkat harapan hidup rata-rata ketika PBB didirikan adalah sekitar 50 tahun. Kini sekitar 75 tahun. Orang-orang hidup 25 tahun lebih lama. Dalam isu pengentasan kemiskinan, ketika PBB didirikan, tingkat kemiskinan global mencapai 50%. Kini turun menjadi 10%,” imbuhnya.

Beberapa acara khusus direncanakan akan berlangsung menjelang puncak hari jadi PBB ke-75 pada 24 Oktober mendatang. Ini mencakup forum pemuda berskala besar pada akhir Maret di New York dan upacara di San Fransisco tanggal 26 Juni untuk menandai Piagam PBB yang ditandatangani pada tahun 1945.

Tanggal 21 September, sejumlah pemimpin dunia akan berkumpul di New York dalam KTT PBB yang bertepatan dengan dibukanya sidang Majelis Umum PBB. Negara anggota akan membahas pendapat dan saran yang dikumpulkan sepanjang tahun ini tentang cara-cara meningkatkan kerjasama global. (em/ii)

XS
SM
MD
LG