Tautan-tautan Akses

PBB dan Ethiopia Tandatangani Kesepakatan Akses Bantuan ke Tigray


Pengungsi Ethiopia menunggu dalam antrean untuk makan di kamp pengungsi Um Rakuba yang menampung pengungsi Ethiopia yang melarikan diri dari pertempuran di wilayah Tigray, di perbatasan Sudan-Ethiopia, 28 November 2020. (Foto: Reuters)

Sebulan setelah konflik mematikan memutus wilayah Tigray di Ethiopia dari dunia, PBB, Rabu (2/12) malam, mengatakan badan dunia itu dan pemerintah Ethiopia telah membuat terobosan penting,

Mereka telah menandatangani kesepakatan untuk memungkinkan terciptanya akses-akses kemanusiaan "tanpa hambatan", setidaknya untuk kawasan-kawasan yang berada di bawah kendali pemerintah federal setelah perdana menteri negara itu mendeklarasikan kemenangannya akhir pekan lalu.

Mengkonfirmasi rincian-rincian kesepakatan itu di Markas Besar PBB di New York, Juru Bicara Stephane Dujarric mengatakan bahwa semua distribusi bantuan akan dilakukan "sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan, ketidakberpihakan, kemerdekaan dan netralitas yang disepakati secara global."

Kesepakatan itu akan memungkinkan makanan pokok, obat-obatan dan berbagai bantuan lainnya masuk ke wilayah berpenduduk enam juta orang itu.

PBB melaporkan, jutaan orang di sana mengalami kelaparan akibat pertempuran antara pemerintah federal dan pemerintah daerah Tigray. Masing-masing pihak menganggap satu sama lain ilegal dalam perebutan kekuasaan yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Selama berpekan-pekan, truk-truk bermuatan bantuan telah diblokir di perbatasan-perbatasan Tigray. PBB dan kelompok-kelompok bantuan kemanusiaan ingin segera menjangkau Tigray mengingat kasus kelaparan yang meningkat dan banyak rumah sakit kehabisan persediaan pokok seperti sarung tangan dan kantung jenazah.

Lebih dari 1 juta orang di Tigray sekarang diperkirakan mengungsi, termasuk lebih dari 45 ribu orang yang melarikan diri ke sebuah daerah terpencil di negara tetangga, Sudan. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG