Tautan-tautan Akses

Pasukan Irak Kuasai Bandar Udara Mosul

  • Edward Yeranian

Pasukan khusus Irak terus maju ke kota Mosul bagian barat dan telah menguasai bandara Mosul, Kamis (23/2).

Militer Irak termasuk brigade polisi federal dan pasukan gerak cepat hari Kamis (23/2) maju ke pangkalan militer di luar Mosul sebelum merebut kembali bandara kota itu dari ISIS. Pasukan Irak mengatakan mereka juga merebut bangunan bandara utama.

Pasukan pemerintah Irak maju ke bandara internasional Mosul sementara tank-tank dan kendaraan lapis baja yang membawa personil mengepung landasan di sepanjang bangunan terminal utama.

Seorang komandan brigade polisi Irak yang menyerbu bandara itu mengatakan kepada media Irak bahwa ia berada di landasan utama dan gedung terminal bandara di sisinya. Tidak jelas dari video itu apakah pasukan pemerintah berada di dalam gedung. Televisi pemerintah melaporkan bahwa 90% terminal utama rusak akibat serangan itu.

Letnan Jenderal Irak Raid Shakir Jaudat mengatakan pasukan Irak, yang didukung pesawat-tak-berawak dan artileri berat, bergerak maju ke bandar udara itu dari beberapa posisi, dengan sedikit perlawanan dari ISIS.

Jatuhnya bandara itu memberi jalan kepada pasukan Irak untuk masuk ke kota dari barat daya dan untuk pertama kali menguasai daerah di sepanjang tepi barat Sungai Tigris.

Komandan kedua Irak mengatakan kepada wartawan bahwa pasukannya bersiap-siap untuk pertempuran tahap berikutnya, yang mencakup masuk ke bagian-bagian Mosul di luar bandara itu.

Menteri Dalam Negeri Irak Kazem al Araji, yang menemani brigade polisi federal dan pasukan gerak cepat yang merebut bandara itu, tampak optimistis. Ia mengatakan bahwa warga Irak telah menunjukkan bahwa mereka akan menang dan moral mereka tetap tinggi.

Juru bicara militer Irak Jenderal Saad Maan mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa operasi untuk merebut kembali bandara terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan. Ia mengatakan operasi itu direncanakan 10 hari tapi hanya memerlukan 2,5 hari untuk merebut bandara itu. Ia berkeras bahwa Perdana Menteri Haidar al-Abadi telah memberi perintah kepada komandan militer dan polisi untuk “menempatkan warga sipil di atas semua pertimbangan militer”.

Menteri Dalam Negeri Araji mengatakan warga sipil di daerah di sekitar bandara itu masih berada di rumah-rumah mereka dan akan aman. Para komandan militer yang berkeliling di daerah itu bersamanya mengatakan distrik Bou Seif di luar bandara itu akan menjadi target mereka berikutnya. Juru bicara militer juga mengatakan PLN di dekatnya direbut kembali dalam operasi itu.

Serangan hari Kamis di bandara itu dan pangkalan militer Ghazlani di ujung selatan Mosul adalah bagian dari operasi penting yang dimulai minggu ini untuk menyingkirkan pasukan ISIS dari Mosul barat. Pasukan Irak membebaskan Mosul timur bulan lalu dari ISIS yang merebut kota itu tahun 2014. [my/al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG