Tautan-tautan Akses

Pasien Cangkok Jantung di Brazil Nikmati Gaya Hidup Baru


Ivonette Balthazar (67 tahun), perempuan penerima cangkok jantung di Rio de Janeiro, Brazil (Foto: Reuters).

Pada Olimpiade Musim Panas tahun lalu di Rio de Janeiro, seorang pelatih slalom kano Jerman meninggal akibat luka parah yang dialaminya dalam sebuah kecelakaan mobil. Tapi jantungnya tidak cedera dan diberikan pada perempuan Brazil berusia 60 tahun yang sudah terbaring di tempat tidur selama hampir lima tahun karena masalah jantung. Sekarang dia mendedikasikan hidup barunya kepada lelaki yang memberinya jantung.

Empat tahun setelah serangan jantung yang membuat Ivonette Balthazar terbaring di tempat tidur, dia menerima jantung baru dari Stefan Henze, pelatih atlet Olimpiade Jerman yang meninggal di Rio.

Dia sekarang bisa berjalan, dan bertekad menjalani kehidupan untuk menunjukkan penghargaannya kepada pelatih atlet Olimpiade itu.

"Mengenai gerak jalan dan lomba, saya melakukan gerak jalan pertama saya beberapa waktu lalu dan merupakan penghormatan kepada mendiang. Untuk saya dan untuk dia! Karena, saya tidak dapat berjalan sejauh tiga kilometer tanpa jantung yang diberikannya. Saya melakukannya dalam 36 menit, bagi saya itu adalah sebuah kemenangan, rasanya saya memenangkan medali emas, dan saya juga merasa ini adalah cara untuk berterima kasih kepadanya karena telah mampu melakukan ini, karenasaya tidak akan bisa melakukannya sendirian," tutur Ivonette.

Dokter mengatakan tidak ada yang tidak dapat dia lakukan.

"Jantungnya hebat, luar biasa, berfungsi dengan baik dan jantung itu sekarang memungkinkan dia mengubah sejarah hidupnya. Dulu kemampuannya sangat terbatas dan perkembangannya tidak menggembirakan, Sekarang perkembangannya akan jauh lebih baik, dan yang paling penting, hidupnya berkualitas. Dia akan bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah dia impikan sebelumnya, dan itu berkat orang yang tidak lagi berada di sini bersama kita, namun telah memberi kontribusi sehingga seseorang bisa menikmati hidup yang lebih baik," ujarnya.

Ivonette Balthazar juga berjanji akan berlatih menggunakan kano untuk menghormati donornya.

"Saya benar-benar merawat jantung ini, saya ingin memeluk ibu mendiang karena saya juga seorang ibu dan saya tahu betapa dia menderita, karena tidak ada rasa sakit yang lebih besar daripada seorang ibu yang kehilangan anaknya. Saya akan memeluk mereka dan mengatakan kepada mereka bahwa saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk memastikan bahwa jantung ini akan hidup untuk waktu yang lama, dan saya akan berusaha melakukan sebanyak yang bisa saya lakukan," tambah Ivonette.

Balthazar telah mengirim surat terima kasih kepada keluarga Stefan Henze. [as]

XS
SM
MD
LG