Tautan-tautan Akses

Partai Islam Radikal Bebaskan 11 Polisi Pakistan yang Disandera


Seorang pendukung partai politik Islam Tehreek-e-Labaik Pakistan (TLP) melemparkan batu ke arah polisi selama protes terhadap penangkapan pemimpin mereka di Lahore, Pakistan 13 April 2021. (Foto: Reuters)

Sebuah kelompok politik Islam terlarang membebaskan 11 polisi hampir sehari setelah menyandera mereka di Lahore, Pakistan, menyusul bentrokan dengan pasukan keamanan, kata menteri dalam negeri negara itu, Senin (19/4).

Para pendukung partai garis keras Tehreek-e-Labaik Pakistan menyerang sebuah kantor polisi di dekat titik kumpul mereka, Minggu (18/4), dan menyandera para polisi itu.

Kelompok tersebut memprotes penangkapan pemimpin mereka, Saad Rizvi, dan menekan pemerintah Perdana Menteri Imran Khan untuk segera mengusir duta besar Perancis terkait penerbitan kartun kontroversial yang menggambarkan Nabi Muhammad di Perancis.

Awalnya, polisi mengatakan para pengunjuk rasa Islamis menyandera lima polisi. Namun, melalui pesan video, Menteri Dalam Negeri Sheikh Rashid Ahmad mengatakan para pendukung Rizvi sebenarnya menyandera 11 polisi. Mereka dibebaskan setelah putaran pertama pembicaraan yang sukses dengan pemerintah.

Ketegangan baru-baru ini di Pakistan berakar dari pernyataan pemimpin Perancis tahun lalu ketika ia mencoba membela penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh sebuah surat kabar satire, yang menuai kecaman dari dunia Muslim.

Ahmad mengatakan para demonstran sejak Senin lalu telah memblokir jalan dan jalan raya di 192 tempat dengan aksi duduk mereka, tetapi pasukan keamanan berhasil membersihkan 191 aksi duduk itu dalam beberapa hari terakhir. Ia berharap satu lokasi bermasalah terakhir di Lahore, di mana para pendukung Rizvi masih berunjuk rasa, akan teratasi saat pembicaraan antara perwakilan Rizvi dan pemerintah Punjab dilanjutkan.

Pernyataan Ahmad muncul beberapa jam setelah polisi dan pasukan paramiliter mengayunkan pentungan, menembakkan gas air mata dan menggunakan senjata api untuk menindak para demonstran sehingga menewaskan tiga anggota kelompok Islamis itu dan melukai puluhan lainnya.

Pihak berwenang mengatakan mereka menanggapi serangan para pendukung Rizvi di kantor polisi dan penyanderaan 11 polisi, termasuk Wakil Inspektur Umar Farooq Baluch.

Setelah para sandera dibebaskan, pemerintah mempublikasikan sebuah foto yang menunjukkan para polisi yang disandera dengan banyak perban di kepala, tangan atau lengan mereka. Menurut pemerintah, kesebelas polisi yang diculik itu disiksa oleh anak buah Rizvi. [ab/uh]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG