Tautan-tautan Akses

Parlemen Rusia Serukan Sanksi Berat Terhadap Georgia


Sidang majelis rendah parlemen Rusia, Duma di Moskow (foto: dok).

Anggota parlemen Rusia dengan suara bulat, harı Selasa (9/7) memutuskan mendukung resolusi yang menyerukan sanksi terhadap Georgia, di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara itu.

Majelis rendah parlemen Rusia, Duma, merekomendasikan agar Rusia menjatuhkan sanksi berat atas tindakan-tindakan Georgia yang "tidak bersahabat".

Ketua Duma Vyacheslav Volodin mengatakan parlemen menginginkan pelarangan terhadap anggur dan air mineral Georgia di Rusia, serta menghentikan aliran uang dari Rusia ke Georgia.

Hubungan antara kedua negara tegang dalam beberapa pekan terakhir. Pada akhir Juni, demonstrasi berubah menjadi kekerasan antara aktivis dan polisi setelah kehadiran anggota parlemen Rusia di parlemen Georgia.

Pada hari Minggu, hubungan memburuk setelah pembawa acara televisi Georgia memberikan monolog kasar mengecam Presiden Rusia Vladimir Putin secara langsung di televisi.

"Kita mempertimbangkan penghinaan terhadap negara, ancaman terhadap warga dan penghinaan terhadap presiden kita, tidak bisa diterima," kata Volodin seperti dikutip situs web Duma.

Ketegangan antara kedua negara telah berlangsung sejak lebih dari satu dekade.

Pada 2008, Georgia dan Rusia berperang yang menewaskan ratusan nyawa di kedua sisi dan menghasilkan kemerdekaan dua wilayah Georgia. Sejak konflik, kedua negara belum memiliki hubungan diplomatik.

Pada hari Senin, larangan Rusia untuk penerbangan langsung mulai diberlakukan, merugikan industri pariwisata Georgia.

Presiden Georgia Salome Zurabishvili mendesak Moskow untuk mempertimbangkan kembali pemberlakuan sanksi.

"Akan menjadi paradoks jika negara tetangga merespons tindakan mereka yang dianggap kekuatan radikal dengan mewujudkan tujuan destruktif mereka," kata Zurabishvili dalam sebuah pernyataan.

Menurut juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, pemerintah belum membuat keputusan mengenai sanksi, meskipun ia menuduh para pemimpin Georgia terlibat dalam "histeria anti-Rusia".

"Serangan kasar semacam itu tidak lebih dari asilo dari upaya menyenangkan orang-orang yang terus memicu dan menyulut histeria anti-Rusia," kata Peskov. (my/jm)

Recommended

XS
SM
MD
LG