Tautan-tautan Akses

PARFI Jajaki Peluang Kerjasama dengan Industri Film AS


Ketua baru PARFI Marcella Zalianty dan Aktor Ray Sahetapy di depan kantor SAG-AFTRA. (Foto courtesy: Marcella dan Ray)

Kemajuan industri film di Amerika memang banyak menjadi acuan bagi perkembangan film di negara-negara lain. Insan perfilman Indonesia juga banyak yang belajar dan mencari peluang kerjasama dengan produser film Amerika. Mewakili PARFI, aktris Marcella Zalianty dan aktor Ray Sahetapy melakukan kunjungan ke dua kota besar industri film, televisi dan teater Amerika, New York dan Los Angeles.

Kedua aktris dan aktor papan atas Indonesia ini melakukan studi banding tentang industri hiburan di Amerika melalui diskusi dan pertemuan dengan produser dan pelaku industri hiburan di dua kota ini.

Pertemuan dilakukan di kantor perwakilan SAG-AFTRA (Screen Actors Guild-American Federation of Television and Radio Artists), Asosiasi Artis Industri Film,Televisi dan Radio Amerika di New York. Marcella bersyukur bisa bertemu dengan sejumlah senior advisors dari SAG-AFTRA, termasuk Sarah Finn dari SAG.

“Kami membahas banyak hal mulai dari sistem cara kerja, regulasi-regulasi yang tentunya cukup berpihak pada industri hiburan dan para pekerjanya,” tambah Marcella. Asosiasi ini beranggotakan kira-kira 160 ribu pelaku industri hiburan di Amerika, yang menjadikannya sebagai asosiasi pekerja terbesar se-Amerika. SAG didirikan tahun 1933 dan AFTRA dibentuk tahun 1952, tahun 2012 kedua asosiasi tersebut merger menjadi SAG-AFTRA.

Ketua PARFI baru Marcella Zalianty dan Ray Sahetapy melakukan pertemuan dengan perwakilan dari SAG-AFTRA. (Foto courtesy: Marcella dan Ray)
Ketua PARFI baru Marcella Zalianty dan Ray Sahetapy melakukan pertemuan dengan perwakilan dari SAG-AFTRA. (Foto courtesy: Marcella dan Ray)

Pertemuan tersebut juga didampingi oleh aktor senior Ray Sahetapy yang telah berpengalaman bekerja sama dengan sejumlah produser film di Hollywood. Ray mengatakan dalam pertemuan ini kita mencari peluang untuk bekerja sama dengan beberapa aktor dan produser film dari New York atau Los Angeles, “namun perlu ditekankan bahwa budaya Indonesia harus tetap diangkat dan dipertahankan,” ujar Ray.

Marcella yang saat ini menjabat sebagai ketua baru Persatuan Artis Film Indonesia atau PARFI juga menyempatkan diri datang ke kampus New York Film Academy di Los Angeles untuk belajar lebih banyak industri film di Amerika. Marcella menambahkan bahwa banyak yang telah dipelajari dari kunjungan ke Amerika ini. Menurut Marcella industri perfilman di

Amerika memang jauh berbeda jika dibandingkan dengan Indonesia, terutama dilihat dari secara industri keseluruhan. Industri hiburan di Amerika sudah memiliki fondasi, semua urusan administrasi dan regulasi semuanya sudah rapih, “tapi Indonesia sendiri tidak ketinggalan jika dibandingkan dari segi konten dan kreatifitas,” tambah aktris peraih Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia tahun 2005 ini.

Marcella dan Ray akan membawa hasil studi perbandingan ini ke Indonesia dan berharap akan membuka peluang kerjasama perfilman Indonesia dengan Amerika di masa mendatang. [zb/nr]

XS
SM
MD
LG