Tautan-tautan Akses

AS

Para Penyelidik Terus Selidiki Penyebab Kecelakaan Boeing 737 Max


Pesawat Boeing 737 MAX di pabrik Boeing di Renton, Washington (foto: ilustrasi).

Dua pesawat jatuh dalam lima bulan dengan korban tewas hampir 350 orang. Kedua model pesawat sama, jet Boeing seri Max 8. Penyelidik sedang mencari tahu penyebab kecelakaan itu.

Sementara keluarga korban kecelakaan pesawat Ethiopia Airlines berduka, komunitas internasional menuntut jawaban. Penyelidik transportasi dan keselamatan di Perancis sedang mempelajari data penerbangan dari pesawat yang jatuh itu untuk mencari tahu apakah kesalahan pilot menyebabkan kecelakaan fatal Penerbangan 302 itu atau apakah pesawat itu rusak.

Gregory Feith, mantan penyelidik Keselamatan Udara pada Badan Nasional Transportasi dan Keselamatan Amerika (NTSB) mengatakan, "Itu bagian penyelidikan yang perlu dipelajari karena kalau ada kesalahan sistem, dan kesalahan itu memicu MCAS, dan pilot mencoba mengatasinya, dan bagian yang salah terus memberi indikasi yang menyesatkan, maka itu mungkin menghalangi langkah pilot untuk mengatasinya."

Yang juga diawasi adalah pesawat itu sendiri. Beberapa pilot telah melaporkan masalah pada sistem otomasi Boeing 737 Max 8, yang menurut mereka mempunyai perubahan kendali yang terlalu dramatis dan kemungkinan berbahaya pada saat-saat kritis.

Baru setelah Boeing 737 Max jatuh di Indonesia Oktober lalu, menewaskan semua di dalamnya, Boeing mengungkapkan informasi penting tentang sistem kendali baru model pesawat itu yang dikenal sebagai MCAS, ujar Kapten Dennis Tajer dari Asosiasi Persatuan Pilot.

Kapten Dennis Tajer mengatakan, "Kami tidak dilatih tentang itu, kami tidak tahu, dan kami bukan satu-satunya. Perusahaan kami, American Airlines, dan semua perusahaan penerbangan di dunia, dalam manual penerbangan yang disediakan Boeing, informasi itu tidak diungkap. Jadi, kami mengajukan pertanyaan serius: apa lagi yang ada dalam pesawat itu yang belum diberitahu kepada kami?"

Banyak negara menghentikan sementara operasi semua pesawat Boeing 737 Max, termasuk Amerika dan Ethiopia. Otoritas penerbangan di kedua negara menyatakan prihatin atas kesamaan antara dua kecelakaan fatal itu. Sementara Boeing kini berusaha keras memulihkan reputasinya, analis mengatakan, dampaknya akan mahal. (ka)

XS
SM
MD
LG