Tautan-tautan Akses

AS

Boeing Tangguhkan Pengiriman Pesawat 737 MAX


Seorang pekerja melintas mesin sebuah Boeing 737 MAX 8 yang tengah diproduksi untuk maskapai American Airlines di fasilitas perakitan milik Boeing Co. di Renton, Washington, 13 Maret 2019 (foto: AP Photo/Ted S. Warren)

Boeing hari Kamis (14/3) mengumumkan pihaknya menangguhkan pengiriman seluruh pesawat jenis 737 MAX ke maskapai-maskapai penerbangan yang telah melakukan pemesanan, setelah hampir semua negara melarang terbang jenis pesawat itu pasca kecelakaan di Ethiopia hari Minggu (10/3).

“Kami tetap membangun pesawat 737 MAX, sambil mengkaji situasi, termasuk potensi kendala kapasitas yang akan mempengaruhi sistem produksi,” demikian juru bicara Boeing.

Ini berarti, meskipun Boeing akan tetap membangun produk andalan terbarunya, pihaknya akan menangguhkan pengiriman hingga dipasangnya perangkat lunak yang baru, dilakukan uji coba kembali dan ada jawaban atas jatuhnya pesawat Ethiopia yang menewaskan 157 orang.

Jenis pesawat yang sama juga jatuh enam menit setelah lepas landas dari bandara internasional Soekarno-Hatta Jakarta 29 Oktober lalu, menewaskan 189 orang.

Rekaman data penerbangan, yang mencakup apa yang disampaikan pilot ketika kecelakan terjadi, telah ditemukan di antara puing-puing reruntuhan pesawat jet itu. Pakar-pakar penerbangan Perancis hari Kamis (14/3) mulai menganalisa apa yang disebut sebagai “kotak hitam pesawat” itu.

Sejak kecelakaan di Indonesia, tim penyelidik telah memusatkan perhatian pada sistem anti-stall di pesawat 737 MAX 8. Para ahli mengatakan perekam data penerbangan menunjukkan sistem keselamatan otomatis pada pesawat itu berulangkali mendorong hidung pesawat ke bawah meskipun pilot berupaya keras mempertahankan kendali.

Sejumlah pilot di Amerika juga sudah berulangkali menyampaikan keluhan tentang 737 MAX, dengan mengatakan sistem keselamatan otomatis yang ada telah membatasi kendali mereka; demikian menurut laporan rahasia pemerintah Amerika.

Administrasi Penerbangan Federal (FAA), yang hari Rabu (13/3) memerintahkan larangan terbang terhadap semua pesawat 737 MAX 8 dan MAX 9 di Amerika, mengatakan data satelit yang baru dan bukti-bukti lain menunjukkan ada gerakan serupa dalam kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia itu.

Para pakar mengatakan kemungkinan penyebab lain kecelakaan itu sedang diselidiki, termasuk ada tidaknya sistem lain yang juga tidak berfungsi dan kesalahan pilot. [em]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG