Tautan-tautan Akses

AS

Departemen Kehakiman AS Selidiki Pengembangan Boeing 737 Max


Sebuah Boeing 737 Max ikut serta dalam pameran Paris Air Show ke-52 di Bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis, 22 Juni 2017 (foto: Reuters/Pascal Rossignol)

Kejaksaan AS mencermati pengembangan Boeing 737 Max, menurut sumber yang menerima taklimat terkait masalah tersebut. Hal tersebut terungkap pada Senin (18/3), hari yang sama di mana para penyelidik di Perancis menyimpulkan tentang adanya “kemiripan yang jelas” pada peristiwa jatuhnya Ethiopian Airlines Max 8 baru-baru ini dan Lion Air pada Oktober tahun lalu.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Departemen Kehakiman akan mengkaji bagaimana pengaturan Boeing oleh Badan Administrasi Penerbangan Sipil AS (FAA), ujar sumber tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena penyelidikan tersebut sifatnya tertutup.

Sebuah dewan juri federal di Washington mengirimkan panggilan kepada seseorang yang terlibat dalam pengembangan pesawat untuk memperoleh data komunikasi via email, pesan, maupun sarana komunikasi lainnya, ujar sumber tersebut kepada The Associated Press.

Inspektorat Jenderal dari Departemen Perhubungan AS juga mencermati persetujuan yang dikeluarkan oleh FAA terhadap Boeing 737 Max, ujar seorang pejabat AS kepada kantor berita Associated Press. Pejabat tersebut tidak berwenang untuk mendiskusikan masalah ini secara publik dan berbicara tanpa mengungkapkan identitasnya. The Wall Street Journal yang melaporkan penyelidikan tersebut baru-baru ini mengatakan inspektorat jenderal tengah mengkaji sistem pencegah hilangnya daya angkat pada pesawat dimaksud. Keterangan ini dikutip dari orang-orang yang mengetahui mengenai kedua kasus tersebut.

Sistem pencegah hilangnya daya angkat pesawat diduga jadi penyebab jatuhnya Lion Air pada 29 Oktober di Indonesia yang menewaskan 189 penumpangnya. Sistem itu juga tengah diselidiki terkait dengan jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada 10 Maret yang menewaskan 157 penumpangnya.

FAA yang berada di bawah Departemen Perhubungan bertanggung jawab untuk membuat regulasi terhadap Boeing yang berpusat di Chicago dan bertanggung jawab untuk mengeluarkan sertifikasi tentang keselamatan sebuah pesawat untuk dioperasikan.

Dewan Juri mengirimkan panggilan pada 11 Maret, satu hari setelah jatuhnya Ethiopian Airlines, menurut sebuah sumber yang berbicara kepada The Associated Press.

Juru bicara Departemen Kehakiman dan inspektorat jenderal menyatakan, Senin (18/3), mereka tidak dapat memastikan maupun membantah adanya penyelidikan. FAA tidak bersedia memberikan komentar.

“Boeing tidak bersedia menjawab atau memberikan komentar mengenai persoalan hukum, apakah itu bersifat internal, litigasi, ataupun penyelidikan yang dilakukan oleh pemerintah,” kata Charles Bickers, juru bicara untuk Boeing, melalui email.

Kepala Eksekutif Boeing Dennis Muilenburg memberikan pernyataan dalam surat terbuka yang dirilis pada Senin, yang ditujukan kepada maskapai-maskapai penerbangan, para penumpang, dan komunitas penerbangan. Muilenburg tidak menyinggung laporan tentang penyelidikan yang dilakukan oleh Departemen Kehakiman, namun menekankan perusahaannya tengah mengambil semua tindakan untuk memastikan keamanan pengoperasian Boeing 737 Max.

Dalam foto arsip ini yang diambil tanggal 14 Maret 2018, tampak Presiden Trump berbicara dengan Kepala Eksekutif Boeing, Dennis Muilenburg, dalam sebuah kunjungan ke Boeing Company di St. Louis, Missouri.
Dalam foto arsip ini yang diambil tanggal 14 Maret 2018, tampak Presiden Trump berbicara dengan Kepala Eksekutif Boeing, Dennis Muilenburg, dalam sebuah kunjungan ke Boeing Company di St. Louis, Missouri.

Tindakan-tindakan yang diambil termasuk dirilisnya pembaharuan perangkat lunak dan semua yang terkait dengan pelatihan pilot untuk pengoperasian Boeing 737 Max “untuk merespon kekhawatiran” yang timbul setelah jatuhnya pesawat Lion Air pada Oktober, ujar Muilenburg. Perangkat lunak pengendali penerbangan di jenis pesawat dimaksud diduga menjadi salah satu penyebab dari dua kecelakaan itu.

Biro penyelidik penerbangan sipil Perancis (BEA), Senin, menyatakan data dari kotak hitam pesawat dari Ethiopian Airlines menunjukkan kemiripan dengan insiden jatuhnya pesawat Lion Air dan akan digunakan sebagai rujukan dalam studi lebih lanjut.

Pihak berwenang di Ethiopia telah meminta bantuan kepada BEA untuk mengunduh dan menafsirkan data kotak hitam dari pesawat yang jatuh tersebut karena Ethiopia tidak memiliki keahlian maupun teknologi untuk melakukannya.

Biro Investigasi Kecelakaan Ethiopia berniat untuk merilis laporan pendahuluan insiden kecelakaan tersebut dalam jangka waktu 30 hari.

Amerika Serikat dan banyak negara lainnya telah mengeluarkan larangan terbang untuk Boeing 737 Max 8 dan varian yang lebih besar, Max 9, d itengah tuntutan kepada Boeing untuk membuktikan keamanan pengoperasian pesawat Boeing 737 Max ditengah kecurigaan adanya sensor yang tidak berfungsi dengan semestinya dan perangkat lunak yang menjadi salah satu penyebab dua insiden kecelakaan tersebut dalam jangka waktu kurang dari lima bulan.

Anggota SAR memeriksa serpihan yang berhasil diangkat dari perairan dimana Lion Air Flight JT 610 dipercaya mengalami kecelakaat, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018
Anggota SAR memeriksa serpihan yang berhasil diangkat dari perairan dimana Lion Air Flight JT 610 dipercaya mengalami kecelakaat, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018

Kedua pesawat tersebut terbang dengan ketinggian yang berubah-ubah yang menjadi indikasi bila pilot berusaha keras untuk mengendalikan pesawat tersebut. Tidak lama setelah tinggal landas, awak kedua pesawat itu berusaha untuk kembali ke bandara asal, namun jatuh sebelum mencapai bandara asal.

Boeing menyatakan bahwa mereka “sangat yakin” dengan keselamatan pesawat yang mereka produksi. Para insinyur perusahaan tersebut tengah membuat perubahan terhadap sistem yang dirancang untuk mencegah terjadinya hilangnya daya angkat terkait aerodinamika pesawat bila sensor yang terpasang mendeteksi hidung pesawat mendongak terlalu tinggi dan kecepatannya terlalu rendah.

ARSIP – Para petuga memeriksa mesin pesawat yang berhasil diangkat dari lokasi jatuhnya Lion Air di Jakarta, Indonesia, 4 November 2018
ARSIP – Para petuga memeriksa mesin pesawat yang berhasil diangkat dari lokasi jatuhnya Lion Air di Jakarta, Indonesia, 4 November 2018

Para penyelidik tengah mencermati apakah insiden kecelakaan di Indonesia dipicu oleh perangkat lunak yang secara otomatis berulang kali membuat hidung pesawat menukik, dan apakah para pilot Lion Air tahu cara mengatasi masalah tersebut. Ethiopian Airlines menyatakan pilot-pilot mereka menerima pelatihan terkait dengan perangkat lunak tersebut.

Dennis Tajer, seorang pilot maskapai American Airlines dan juru bicara untuk serikat pekerja maskapai penerbangan tersebut, mengatakan pihak Boeing berdiskusi dengan beberapa maskapai penerbangan pada Kamis (14/2) lalu. Namun diskusi itu tidak melibatkan para pilot baik di maskapai American Airlines maupun Southwest, dua maskapai penerbangan AS yang menggunakan versi pesawat Max yang sama dengan yang jatuh di Indonesia dan Ethiopia.

Boeing 737 Max 8 milik Southwest Airlines tampak baru keluar dari fasilitas produksi Boeing di Renton, Washington, AS, 13 Maret 2018
Boeing 737 Max 8 milik Southwest Airlines tampak baru keluar dari fasilitas produksi Boeing di Renton, Washington, AS, 13 Maret 2018

Tajer mengatakan para pejabat di maskapai penerbangan itu telah menyampaikan kepada pihak serikat pekerja bahwa Boeing berniat untuk menawarkan kurus pelatihan terkait perangkat lunak pengendali penerbangan yang baru untuk Boeing Max yang diduga menjadi salah satu penyebab jatuhnya pesawat dengan memanfaatkan iPad yang berlangsung selama 15 menit. Ia mengatakan jangka waktu pelatihan yang singkat tersebut tidak dapat diterima.

“Kami menduga perusahaan itu bergegas untuk menunjukkan kalau mereka sudah tunduk pada peraturan – ‘ayo, ayo, ayo,’” ujar Tajer. “Sementara saya bergegas untuk melindungi para penumpang saya.”

Seorang juru bicara untuk serikat pekerja pilot di Southwest Airlines juga mengatakan perwakilan dari Boeing mengatakan kepada serikat pekerja mereka berharap pembaharuan terhadap perangkat lunak ini akan siap pada akhir bulan Januari tahun ini.

Juru bicara serikat pekerja itu, Mike Trevino, mengatakan tidak ada penjelasan lebih lanjut dari Boeing mengapa tenggat terlampaui tanpa adanya pembaruan perangkat lunak. Boeing diharapkan untuk menyerahkan usulan untuk perbaikan ini kepada FAA awal Januari tahun ini. [ww/fw]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG