Tautan-tautan Akses

Pakistan Tuduh AS Ekspor Perang dan Ketidakstabilan ke Asia Selatan

  • Ayaz Gul

Penasihat Keamanan Nasional Pakistan, Nasir Janjua berbicara di Islamabad (foto: dok).

Pakistan menuduh Amerika mengekspor perang dan ketidakstabilan abadi ke Asia Selatan, dan memihak India dalam kesepakatan-kesepakatan bilateral.

Tuduhan yang dilontarkan Penasihat Keamanan Nasional Pakistan Nasir Janjua sekali lagi menunjukkan merosotnya hubungan Islamabad dengan Washington. Ini juga memperkuat laporan bahwa kedua negara berselisih paham terutama sejak Presiden Donald Trump bulan Agustus mengungkap kebijakan baru untuk Afghanistan dan Asia Selatan.

Kebijakan Amerika menuduh Pakistan melindungi teroris, termasuk Jaringan Haqqani, yang mengobarkan perang Afghanistan dan merancang serangan terhadap India. Kebijakan Amerika juga terfokus pada penggunaan cara militer dengan lebih intensif untuk mengalahkan Taliban Afghanistan dan menyerukan agar India memperluas perannya di Afghanistan, mengabaikan tentangan dan pernyataan keberatan Islamabad.

Janjua menegaskan lagi keberatan Pakistan ketika berbicara dalam sebuah seminar keamanan di Islamabad hari Senin. Ia menyanggah tuduhan terkait teror terhadap Pakistan, dan mengatakan Amerika membuat Pakistan sebagai kambing hitam karena tidak berhasil menstabilkan Afghanistan.

“Pakistan telah dibuat tidak relevan di Afghanistan, mencari kambing hitam dan menumpuk semua kesalahan pada Pakistan, memihak India dalam semua subjek, berencana menurunkan tingkat hubungan, para legislator Amerika minta agar Pakistan dinyatakan sebagai negara sponsor terorisme,” kata Janjua.

Ia menambahkan bahwa meskipun Pakistan adalah sekutu NATO, upayanya untuk mendapat peralatan pertahanan telah dihalangi dan program senjata nuklirnya ditentang.

“India telah menjadi sekutu pilihan dan solusi militer sekali lagi dipilih untuk Afghanistan,” kata Janjua. Ia menambahkan, jalan ke depan bagi Amerika di Afghanistan adalah memfokuskan pada solusi politik dan bukan kekuatan militer.

Ia menambahkan, Washington seyogyanya mengangkat sebuah otorita politik di Afghanistan yang wewenangnya sama dengan panglima militer untuk memajukan penyelesaian politik.

Janjua juga menuduh Amerika ingin membendung kebangkitan China dan kembalinya Rusia di kawasan, sehingga menentang proyek koridor ekonomi bernilai miliaran dolar yang didanai Prakarsa Sabuk dan Jalan Global China.

Untuk memitigasi tantangan China dan Rusia dan untuk memastikan penyintasan diri, Amerika mengekspor perang dan ketidakstabilan abadi ke Asia Selatan,” tegas Janjua. India didukung dan didorong untuk memajukan kepentingan regional Amerika.

Belum ada tanggapan dari para pejabat Amerika terhadap pernyataan Janjua ini.

Menteri Pertahanan Amerika Jim Mattis sebelumnya bulan ini berkunjung ke Pakistan dimana ia menyerukan agar para pemimpin sipil dan militer meningkatkan upaya melawan terorisme. Para pejabat tidak mengungkapkan rincian pembicaraan itu, tetapi menyebutnya positif dan produktif, tanpa unsur konfrontasi. [ds]

XS
SM
MD
LG