Tautan-tautan Akses

AS

Paket Mega Stimulus Trump Terkait Corona Mandek di Kongres AS


Monumen Washington dan Gedung Capitol di Washington, saat matahari terbenam, 18 Maret 2020. (Foto: AP)

Langkah Kongres AS mandek Minggu (22/3) dalam pembahasan paket bantuan ekonomi besar-besaran bernilai $1,8 triliun bagi sebagian besar warga dan bisnis di Amerika yang sangat terdampak virus corona yang mematikan.

Para pemimpin faksi Republik di Senat dan mitra-mitra mereka dari faksi Demokrat di DPR gagal meraih kesepakatan dalam sebuah rapat langka pada Minggu (22/3) pagi.

Faksi Demokrat keberatan dengan rancangan undang-undang (RUU). Menurut mereka, RUU itu menguntungkan korporasi. Faksi Demokratingin lebih banyak dana federal disalurkan ke pusat-pusat kesehatan, panti jompo, masker, ventilator, alat pelindung diri dan membantu pemerintah negara bagian dan lokal untuk mengatasi pandemi COVID-19.

Kegagalan RUU menyebabkan bursa berjangka AS merosot. Indeks S&P turun 5 persen hingga memicu penghentian perdagangan sementara. Harga minyak juga jatuh. Harga minyak AS turun sebesar 6 persen menjadi $21,26 per barel, dan harga acuan internasional turun sebesar 7 persen menjadi $25,10.

Wall Street bangkit dari pekan terburuk sejak 2008 dan para investor beralih ke Kongres dan paket bantuan itu untuk meredam kerugian.

Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan kepada wartawan bahwa "belum ada perjanjian" mengenai paket bantuan untuk mendorong ekonomi AS. Paket bantuan itu sedianya akan memberi bantuan dana tunai kepada lebih dari 90 persen warga Amerika dan banyak bisnis di AS untuk membantu mereka mengatasi dampak ekonomi akibat virus corona.

Para pejabat tinggi kongres bertemu dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin, perunding utama yang diutus Presiden Donald Trump, dalam pembicaraan mengenai bantuan itu. Sebelumnya pada pagi hari, Mnuchin menyuarakan optimisme dalam wawancara di TV nasional bahwa sebuah perjanjian akan segera dicapai.

Para anggota kongres tidak sepakat mengenai beberapa hal, termasuk soal dana $425 miliar untuk pinjaman dan jaminan pinjaman yang ingin diciptakan Republik. Sebagian oposisi Demokrat mencap dana itu sebagai "dana gelap" karena katanya Departemen Keuangan punya terlalu banyak kewenangan dalam memutuskan siapa yang akan menerima dana itu.

Pemimpin Republik di Senat Mitch McConnell mendukung sebuah RUU yang akan memberikan dana tunai dalam bentuk cek sebesar $1.200 dolar kepada sebagian besar orang dewasa AS dan menyediakan bantuan ratusan miliar dolar kepada bisnis-bisnis yang sangat terkena dampak pandemi.

Namun, Pelosi dan anggota Demokrat lain dikatakan khawatir usulan McConnell tidak cukup membantu para pekerja dan perlu persayaratan lebih ketat untuk mencegah perusahaan yang ditalangi, membeli saham-saham perusahaan sendiri yang hanya akan membuat eksekutif mereka semakin kaya. [vm/ii]

XS
SM
MD
LG