Tautan-tautan Akses

AS

Pakai Masker atau Tanpa Masker?


Lindsey Pettita (ketiga dari kiri), manajer bar The Jackalope berbincang dengan petugas pengawas minuman alkohol Texas untuk memeriksa aturan jarak aman untuk meredam penyebaran virus corona (Covid-19), setelah bar buka kembali, di Austin, Texas, 22 Mei 2

Pakai masker atau tidak? Itu pertanyaan yang memecah belah warga Amerika. Sebagian orang mungkin akan keluar rumah dengan mengenakan masker, tapi yang lainnya memilih tidak mengenakan masker.

Namun pemakaian masker merupakan isu serius bagi sembilan wali kota di Texas. Koran the Washington Post melaporkan para wali kota tersebut mengirim surat kepada warga Texas, memohon kepada mereka untuk mengenakan masker.

"Infeksi meningkat. Pasien rumah sakit bertambah. Saya bukan bermaksud menakut-nakuti, tapi berusaha sangat jujur. Virusnya tidak pergi hanya karena rasa urgensi kolektif mereka telah hilang," kata sebagian surat itu, menurut laporan Jumat malam itu.

Para pakar kesehatan mengatakan mengenakan masker adalah salah satu cara terbaik untuk menekan penyebaran Covid-19.

Harian itu melaporkan infeksi virus corona dan tingkat rawat inap di Texas telah naik sejak Mei.

Peringatan dari para wali kota Texas itu muncul sementara virus corona terus menyebar di seluruh negara bagian AS sebelah selatan, mendorong para pejabat di negara bagian itu untuk mengeluarkan peringatan keras.

Para pejabat kesehatan di South Carolina Sabtu (20/6) mengatakan negara bagian itu mencatat infeksi baru tertinggi dalam sehari, melebihi 1.000 kasus untuk hari kedua berturut-turut.

Di Louisiana, dua wabah dilaporkan pada Jumat (19/6). Para pejabat kesehatan mengatakan wabah itu terkait dengan sebuah pesta kelulusan SMA di Kota New Orleans dan kerumunan besar di luar bar-bar di distrik hiburan di Ibu Kota Baton Rouge.

Arizona, Florida, California dan Nevada melaporkan kenaikan terbesar terkait kasus Covid-19 pada Jumat (19/6) sementara negara-negara bagian melanjutkan fase pembukaan kembali dan peningkatan jumlah tes.

Meski demikian, berbagai negara bagian di seluruh AS tetap melanjutkan pembukaan kembali akhir pekan ini.

Hingga Sabtu (21/6), menurut statistik dari Universitas Johns Hopkins, AS masih memiliki jumlah kasus virus corona tertinggi di dunia, dengan lebih dari 2,2 juta, sekitar seperempat dari lebih dari 8,7 juta kasus di seluruh dunia, menurut statistik Universitas Johns Hopkins. [vm/ft]

XS
SM
MD
LG