Tautan-tautan Akses

11 Negara Peserta KTT APEC Setuju Upayakan Kesepakatan Perdagangan Trans-Pasifik

  • Daniel Schearf

Presiden Joko Widodo berfoto bersama pemimpin negara kerjasama ekonomi Asia Pasifik (Asia Pacific Economic Cooperation, APEC) di Da Nang, Vietnam, Sabtu, 11 November 2017.

11 Negara yang menghadiri KTT APEC di Da Nang hari Sabtu (11/11) setuju mengupayakan kesepakatan perdagangan bebas Trans-Pasifik, meskipun pasar terbesar di dunia - Amerika Serikat - keluar dari kesepakatan tersebut. Vietnam diperkirakan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar perdagangan yang lebih bebas karena negara itu memperluas ekspor yang berkembang pesat, termasuk teknologi.

Perdagangan bebas dan investasi menggerakkan ekonomi Vietnam - tumbuh lebih dari 6 persen per tahun – satu dari empat negara dengan pertumbuhan paling cepat di Asia.

Presiden perusahaan teknologi FPT Group di Da Nang, Truong Gia Binh mengatakan, "Sebenarnya, menurut saya, sangat penting bagi Vietnam untuk tidak hanya terbuka bagi dunia tetapi juga memperbaiki peraturan perdagangan dan manufaktur dan membuat Vietnam lebih internasional."

Perusahaan teknologi terbesar Vietnam mungkin terdongkrak dari kesepakatan perdagangan bebas yang ditengahi dalam KTT APEC untuk mengganti Kemitraan Trans-Pasifik.

Menteri Perdagangan Vietnam Tran Tuan Anh mengatakan, "Atas dasar hasil perundingan empat putaran, para menteri, dalam pertemuan beberapa hari ini di Da Nang, menyepakati beberapa hal penting termasuk nama baru bagi TPP dengan 11 anggota, Perjanjian Komprehensif dan Progresif bagi Kemitraan Trans-Pasifik atau Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP)."

Kesepakatan perdagangan itu diperbarui setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan Amerika - pasar terbesar di dunia – dari kesepakatan itu dan lebih memilih kesepakatan bilateral.

Presiden FPT Group Truong Gia Binh berpendapat, "Saya sangat percaya pada titik tertentu Amerika akan kembali untuk membahas komitmen kuat bagi pertumbuhan. Dan, menurut saya itu akan menjadi cara Amerika bertindak sebagai pemimpin di dunia."

FPT menyatakan tidak ingin tertinggal dalam revolusi global dan digital.

"Vietnam terlambat untuk tiga revolusi industri terakhir. Dan revolusi industri keempat, mungkin satu-satunya kesempatan terakhir bagi Vietnam untuk mengejar ketertinggalan di dunia," imbuhnya.

Perusahaan teknologi terbesar Vietnam, dengan fasilitas yang diperluas, kini mencari lebih banyak pasar di Asia. [ka/al]

XS
SM
MD
LG