Tautan-tautan Akses

NBA Berduka Atas Tewasnya Kobe Bryant dalam Kecelakaan Helikopter


Sebuah helikopter terbang di atas mural Kobe Bryant di pusat kota Los Angeles, 26 Januari 2020. Sembilan orang tewas dalam kecelakaan helikopter yang merenggut nyawa bintang NBA Kobe Bryant dan putrinya yang berusia 13 tahun. (Foto: AFP/Apu Gomes)

Liga Bola Basket Putra Amerika Serikat (National Basketball Association/NBA) merasakan duka yang mendalam menyusul kepergian pemain legendaris, Kobe Bryant, pada Minggu (26/1/2020). Para pemain NBA mengatakan mereka merasa sangat terpukul ketika harus bertanding ke lapangan, tanpa cukup waktu untuk menerima berita duka yang mengejutkan tersebut.

Menurut AFP, keheningan menghantui awal pertandingan Houston Rockets melawan Nuggets di Denver. Pertandingan itu dilakukan beberapa jam setelah adanya informasi mengenai kecelakaan helikopter di pinggiran kota Los Angeles di mana Bryant dan putrinya yang berusia 13 tahun, Gianna, adalah di antara sembilan korban yang tewas.

Di San Antonio, di mana Spurs menjadi tuan rumah yang menjamu juara bertahan Toronto Raptors, kedua tim menahan bola hingga shot clock violation yang berlangsung selama 24 detik usai. Angka 24 untuk menghormati Bryant - yang memakai nomor 24 di tahun-tahun terakhir karirnya.

Klub lainnya, Dallas Mavericks, mengumumkan pihaknya akan mempensiunkan nomor punggung 24. Diperkirakan klub lain juga akan mengambil langkah yang sama dengan Mavericks.

Beberapa bintang NBA mengatakan mereka enggan untuk berlaga setelah mengetahui berita tersebut.

"Saya bahkan tidak tahu bagaimana kita seharusnya memainkan permainan ini malam ini," kata Damian Lillard dari Portland sebelum mencetak 50 poin dalam kemenangan 139-129 atas Indiana. "Hal ini membuat Anda marah, mengganggu.

Bintang Miami Heat yang baru pensiun, Dwayne Wade menggambarkan Minggu (26/1/2020) sebagai "salah satu hari paling menyedihkan dalam hidupku." Ia menambahkan bahwa ia tidak percaya Bryant pergi. [ah/ft]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG