Tautan-tautan Akses

NASA Dekati Misi Berikutnya ke Mars


Astronot Ricky Arnold (tengah, melekat pada lengan robotik) dan Drew Feustel (atas), melakukan aktivitas penelitian di luar angkasa, di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), Kamis, 26 Maret 2018.

NASA akan mempelajari bagian dalam planet Mars. Badan antariksa itu hari Kamis mengadakan konferensi pers di laboratoriumnya, Jet Propulsion Laboratory (JPL) di Pasadena, California, merinci misi berikutnya ke Planet Merah.

Dijadwalkan akan diluncurkan paling cepat 5 Mei, Eksplorasi Interior NASA menggunakan Investigasi Seismik, Geodesi, dan Transportasi Panas (InSight), pendarat stasioner, akan menjadi misi pertama dalam sejarah untuk menjelajahi bagian dalam Mars. Penjelajahan ini juga akan menjadi
misi NASA yang pertama sejak pendaratan Apollo di bulan untuk menempatkan seismometer, alat yang mengukur gempa, di permukaan planet lain.

Bagi Bruce Banerdt dari JPL, peneliti utama InSight, misi ini juga merupakan hasil ketekunan. Banerdt telah bekerja lebih dari 25 tahun untuk mewujudkan misi ini.

"Dalam beberapa hal, InSight seperti mesin waktu ilmiah yang akan membawa kembali informasi mengenai tahap awal pembentukan Mars 4,5 miliar tahun yang lalu," kata Banerdt. "Ini akan membantu kita mempelajari bagaimana terbentuknya benda-benda, termasuk Bumi, bulan, dan bahkan planet di tata surya lainnya."

InSight membawa seperangkat peralatan sensitif untuk mengumpulkan data dan, tidak seperti misi rover, peralatan ini membutuhkan pendarat stasioner yang dengan hati-hati bisa ditempatkan di atas dan di bawah permukaan Mars.

Mars adalah planet di luar tata surya terdekat - contoh terdekat mengenai bagaimana gas, debu dan panas bergabung dan membentuk diri menjadi planet.

Melihat jauh ke dalam Mars akan memungkinkan para ilmuwan memahami seberapa jauh perbedaan kerak, mantel dan intinya dari Bumi. [my/ds]

XS
SM
MD
LG