Tautan-tautan Akses

Militer AS Berharap Teknologi Laser Dapat Lindungi Pesawat-pesawat Pengisi Bahan Bakar


Pesawat-pesawat jet tempur AS F-35 Lightning II melakukan pengisian bahan bakar di udara (foto: ilustrasi).
Pesawat-pesawat jet tempur AS F-35 Lightning II melakukan pengisian bahan bakar di udara (foto: ilustrasi).

Laser mungkin akan segera menjadi garis pertahanan baru pesawat yang rentan, yang penting untuk menjaga keberadaan pesawat-pesawat lain dalam pertempuran. Contohnya adalah pesawat baru jenis Boeing KC-46 Pegasus yang mampu mengangkut sekitar 96.000 kilogram bahan bakar yang sangat mudah terbakar.

Pesawat ini mampu mengisi bahan bakar dan sekaligus menerima bahan bakar dari pesawat tanker lain ketika sedang melakukan pengisian bahan bakar. Tetapi seorang jendral berpengaruh mengatakan kepada VOA, ia ingin satu fitur lagi yang dapat memungkinkan pesawat pengisi bahan bakar itu terbang lebih dekat, dibanding yang sebelumnya.

Pesawat pengisi bahan bakar seperti KC-46 Pegasus dapat melakukan pengisian bahan bakar di udara bagi militer Amerika. Pesawat versi terbaru ini dilengkapi dengan teknologi yang membuatnya sulit dideteksi musuh.

Tetapi sulit dideteksi tidak sama dengan tidak terdeteksi musuh, dan itu masalah besar bagi pesawat pengisi bahan bakar dan pesawat jet tempur yang sedang mengisi bahan bakar.

Todd Harrison di Center for Strategic & International Studies CSIS mengatakan, “Kapal pengisi bahan bakar kami – karena sangat rentan – harus berada jauh dari ancaman musuh. Ini berarti pesawat-pesawat ini tidak bisa jauh ke dalam wilayah musuh karena harus berbalik untuk kembali mengisi bahan bakar lagi.”

Jenderal Angkatan Udara Carlton Everhart mengatakan kepada VOA, Angkatan Udara sedang mengupayaka solusi non-konvensional, “Saya bilang.. ‘hei saya membutuhkan laser untuk melindungi pesawat-pesawat kami.’ Dan dalam waktu dua tahun kami akan menguji sebuah laser di pesawat kami.”

Jika Anda pernah nonton film “Star Wars,” ada pesawat-pesawat yang menggunakan laser untuk menembak musuh. Tetapi Everhart mengatakan bukan laser seperti itu yang dimaksudkannya.

“Apakah ini senjata ofensif? Tidak. Ini murni senjata untuk mempertahankan diri,” tambahnya.

Pakar dirgantara Todd Harrison menjelaskan, “Laser pada dasarnya dapat digunakan untuk membuat pesawat lain tidak dapat melihat sasaran, atau rudal yang datang, atau jika laser itu cukup kuat maka dapat digunakan untuk menimbulkan satu lubang yang memperlemah rudal atau pesawat yang datang ke arah pesawat kita.”

Todd Harrison mengatakan tampaknya masih membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menguji laser untuk tujuan pertahanan ini sebelum dapat dioperasikan secara penuh. Tetapi menurutnya mimpi Jendral Everhart untuk menambahkan teknologi itu pada pesawat pengisi bahan bakar merupakan suatu hal yang dapat dilakukan.

“Satu hal yang menarik soal teknologi laser sebagai mekanisme pertahanan adalah karena yang dibutuhkan hanya daya listrik yang lebih besar. Jadi kita memiliki jumlah tembakan laser yang tidak terbatas,” ujarnya.

Tembakan kecil yang berdampak besar di medan tempur.

“Hal ini memungkinkan kita tetap mendukung pesawat-pesawat tempur dan pembom ketika sedang terjadi pertempuran. Ini yang akan kita uji sekarang dan saya sangat gembira dengan hal ini,” kata Carlton.

Pejabat-pejabat Angkatan Udara Amerika berharap dapat menambahkan teknologi laser ini pada pesawat-pesawat pengisi bahan bakar dalam sepuluh tahun mendatang. (em)

XS
SM
MD
LG