Tautan-tautan Akses

Iran Luncurkan Pesawat Tempur Baru Mirip Pesawat Amerika


Pesawat jet tumpur Iran, Kowsar, 21 Agustus 2018. (Foto: dok).

Peluncuran pesawat jet tempur Iran buatan dalam negeri yang menyerupai pesawat perang Amerika telah memicu kecaman Barat tentang kecanggihannya sebagai senjata, tetapi sekaligus memuji manfaat pesawat ini untuk latihan.

“Ini seperti peristiwa yang menggelikan,” ujar Michael Pregent, analis Timur Tengah di Hudson Institute yang berkantor di Washington DC, dalam wawancara dengan VOA. Ia merujuk pada laporan televisi pemerintah Iran Selasa lalu (21/8) tentang apa yang disebut sebagai pesawat tempur buatan dalam negeri generasi keempat “Kowsar” dengan “perlengkapan penerbangan canggih.”

Dalam siaran televisi itu, Presiden Iran Hassan Rouhani duduk di kokpit pesawat ketika memeriksa pesawat tempur tersebut.

Stasiun televisi pemerintah Iran kemudian menunjukkan saat ketika pesawat itu lepas landas dan sebuah video di dalam penerbangan yang tampaknya difilmkan dari dalam kokpit. Sejumlah analis penerbangan Barat dan Israel segera melihat kemiripan visual “Kowsar” dengan pesawat jet “Tiger F-5” Amerika yang digunakan militer Amerika pada tahun 1960an. Iran membeli sedikitnya 140 pesawat “Tiger F-5” dari Amerika pada tahun 1970an, sebelum revolusi tahun 1979 yang membuat berkuasanya kepemimpinan Islamis anti-Amerika.

Pregent mengatakan keterbatasan “Kowsar” sebagai pesawat perang modern lebih merugikan dibanding menguntungkan Iran. “Iran ingin dapat memproyeksikan kemampuan ofensif udara di Selat Hormuz dan setidaknya menunjukkan kapabilitas serupa untuk menyerang pasukan Amerika di Irak dan Suriah,” ujar Pregent.

“Tetapi saya kira peluncuran Kowsar ini akan menjadi bumerang karena Amerika akan meningkatkan postur pertahanannya di Irak dan Suriah, dan menjadikannya sangat mudah untuk menembak jatuh salah satu pesawat tempur Iran itu,” imbuhnya.

Setiap pesawat tempur Iran yang menyeberang ke Irak atau Suriah dapat berhadapan dengan pesawat militer canggih F16 dan pesawat jet siluman F22 milik Amerika yang telah terbang di atas wilayah udara kedua negara itu sebagai bagian dari “Operation Inherent Resolve,” suatu operasi pimpinan Amerika untuk melawan kelompok militan ISIS.

Tetapi “Kowsar” mungkin akan bermanfaat bagi Iran, karena dalam laporan hari Selasa (21/8) itu, kantor berita yang dikelola pemerintah Iran FARS mengatakan fungsi utama pesawat tempur itu adalah untuk misi pelatihan. [em]

XS
SM
MD
LG