Tautan-tautan Akses

Mesir Perlu Strategi Komprehensif untuk Hadapi Pemberontakan di Sinai


Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi memberikan pernyataan nasional mengenai serangan terhadap Masjid di Sinai Utara (24/11).

Menghadapi ancaman teroris yang meningkat, Mesir membutuhkan pendekatan yang lebih baik untuk menangani masalah itu, beberapa pakar anti-terorisme mengatakan kepada VOA.

Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi pekan lalu memerintahkan agar pasukan keamanan menggunakan semua kekuatan untuk memulihkan keamanan dan kestabilan di Semenanjung Sinai dalam tiga bulan.

Perintah itu dikeluarkan setelah serangan di sebuah masjid Sufi di desa al-Rawdah bulan lalu yang menewaskan lebih dari 300 jemaah, melukai 128 lainnya. Di antara korban terdapat 27 anak-anak.

Pemerintahan al-Sissi terlibat dalam pertempuran dengan pemberontak di Sinai utara, dimana beberapa kelompok militan, termasuk Ansar Beit al-Maqdis, yang setia kepada ISIS, telah aktif selama beberapa tahun.

Menurut analis, serangan terhadap masjid Sufi itu menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan pemerintah sekarang ini untuk memberantas terorisme tidak membawa hasil dan Mesir memerlukan strategi komprehensif dan bukannya menetapkan tenggat untuk mengalahkan ideologi militan yang meningkat.

"Hampir bertolak belakang penuh; dalam situasi sekarang ini, menetapkan tenggat mungkin dapat diterima secara politik, tetapi biasanya tidak berhasil. Tenggat biasanya membuat pemberontak semakin nekad,” kata David Des Roches, profesor di Universitas Pertahanan Nasional di Washington kepada VOA.

Des Roches menambahkan, memberikan tenggat kepada pasukan keamanan, dan mengizinkan mereka menggunakan semua kekuatan, cenderung membuat tersisihnya pertimbangan dan diskresi yang diperlukan untuk memadamkan pemberontakan, dan menjauhkan populasi lokal sehingga dapat meningkatkan intensitas pemberontakan. [ds]

XS
SM
MD
LG