Tautan-tautan Akses

AS

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Bantah Tuduhan Perlakuan Buruk Terhadap Migran


Para migran yang berusaha mendapatkan suaka ke Amerika dekat perbatasan AS-Meksiko di kota McAllen, Texas (foto: dok).

Penjabat Menteri Keamanan Dalam Negeri AS membantah laporan-laporan mengenai makanan, air, dan sanitasi yang tidak layak di pusat-pusat penahanan yang penuh sesak di sepanjang perbatasan AS-Meksiko. Pada saat yang sama, beberapa anggota Kongres menyerukan perbaikan perlakuan terhadap para migran dalam tahanan AS.

Setelah berkunjung ke sebuah pusat penahanan di Clint, Texas, minggu lalu, Anggota Kongres AS Alexandria, Ocasio-Cortez, mengecam kondisi di dalam penahanan tersebut.

"Tidak boleh ada perempuan yang ditahan jika mereka tidak membahayakan manusia lain. Mereka harus diberi air minum dan akses hak-hak mendasar manusia," tandas Ocasio-Cortez.

Laporan berita dan laporan Patroli Perbatasan internal memusatkan perhatian pada penahanan penuh sesak dan berkepanjangan terhadap para migran. Pejabat sementara pimpinan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Kevin McAleenan, mengatakan dalam acara televisi ABC "This Week" pihaknya melakukan sebisanya untuk menangani para migran yang masuk ke AS tahun ini.

"Ada 500 ribu orang yang melintasi perbatasan selatan kita. Mereka umumnya satuan keluarga, anak-anak tanpa pendamping dan orang dewasa lajang," kata Kevin McAleenan.

McAleenan mengatakan laporan mengenai kondisi yang tidak bersih dan makanan dan air yang tidak memadai tidak terbukti. Ia menyebut langkah-langkah yang sudah diambil untuk memperbaiki pusat-pusat penahanan.

"Kita sudah mengambil langkah luar biasa banyak. Sejak 30 Desember ketika terakhir membahas hal ini, kita memiliki 20 penyedia layanan medis di fasilitas kita sepanjang perbatasan. Sekarang kita memiliki 200 lebih. Kita telah membangun fasilitas sementara yang berdinding lunak. Ini jauh lebih tepat. Bangunan berlangit-langit tinggi dan lebih banyak ruang untuk anak-anak dan keluarga," imbuhnya.

Namun, anggota Kongres Rashida Tlaib mengatakan, "Yang saya saksikan adalah 14, sampai 14 orang, tidur di lantai, sebagian di antaranya mengatakan belum mandi dalam 15 hari."

Anggota Kongres Rashida Tlaib adalah bagian dari delegasi Kongres yang mengunjungi pos perbatasan Clint, Texas, pekan lalu.

"Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan kepada orang-orang apa yang kami saksikan. Ketika kami jelaskan, orang-orang seperti terkejut dan mengatakan "tidak mungkin demikian". Saya katakan," kami semua menyaksikannya di sana," tambah Rashida Tlaib.

Kongres baru-baru ini menyetujui pengeluaran dana darurat empat koma enam miliar dolar, sebagian besar untuk memperbaiki kondisi bagi anak-anak dan keluarga migran di fasilitas penahanan di perbatasan. (my/al)

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG