Tautan-tautan Akses

Meningkatnya Krisis Kanker Global Diharapkan untuk Dorong Seruan untuk Bertindak


Kaum wanita yang tengah menjalani pengobatan kanker di Pusat Onkologi Nasional di Sanaa, Yaman, 12 Agustus 2018 (foto: Reuters/Khaled Abdullah).
Kaum wanita yang tengah menjalani pengobatan kanker di Pusat Onkologi Nasional di Sanaa, Yaman, 12 Agustus 2018 (foto: Reuters/Khaled Abdullah).

Data yang baru menunjukkan peningkatan signifikan insiden kanker di tingkat global. The International Agency for Research on Cancer, sebagai bagian dari World Health Organization, memperkirakan adanya peningkatan kasus-kasus kanker baru pada 18 juta orang, termasuk tingkat kematian yang mencapai 9,6 juta orang per tahunnya.

Laporan yang membahas 36 jenis kanker di 185 negara, menemukan satu dari lima pria dan satu dari 6 wanita di seluruh dunia menderita kanker di masa hidupnya dan lebih banyak pria dibandingkan wanita yang mengalami kematian akibat penyakit ini. Laporan tersebut mengungkapkan hampir setengah dari kasus-kasus baru dan lebih dari setengah kematian akibat kanker tahun ini terjadi di Asia, karena hampir 60 persen dari populasi global hidup di sana.

Data menunjukkan kanker paru-paru dan kanker payudara, diikuti oleh kanker usus besar, prostat dan perut, bertanggung jawab atas tingginya angka kasus-kasus baru di tingkat global. Laporan tersebut mengutip bahwa kanker paru-paru adalah penyebab utama kematian, dimana 1,8 juta kematian di tahun 2018 diakibatkan oleh kanker jenis ini.

Kepala Pemantauan International Agency for Research on Cancer, Freddie Bray, menyatakan menjelang tahun 2040, angka kasus-kasus kanker yang baru diproyeksikan akan meningkat hingga 29,3 juta dengan jumlah kematian yang mencapai 16,3 juta jiwa.

“Peningkatan beban akibat penyakit kanker, beban kanker yang naik dua kali lipat menjelang tahun 2040, akan terjadi di negara-negara dengan tingkat pembangunan sosial-ekonomi terendah,” ujar Bray. “Beberapa di antaranya terletak di Sub-Sahara Afrika, sementara yang lainnya di Amerika Selatan, dan lainnya di Asia Selatan. Namun negara-negara yang menghadapi peningkatan beban akibat penyakit kanker saat ini tidak cukup dibekali untuk menghadapi peningkatan beban yang terus terjadi.”

Etienne Krug adalah direktur pada Departemen Penyakit Tidak Menular di bawah World Health Organization. Ia mengatakan banyak dari risiko utama kanker yang merenggut jiwa dapat dicegah dengan mengurangi konsumsi tembakau dan alkohol, berolahraga lebih sering, dan mengkonsumsi makanan yang tepat.

“Dan kita juga dapat berbuat lebih banyak lagi dengan meningkatkan imunisasi untuk beberapa jenis kanker seperti kanker serviks dan kanker hati, contohnya,” ujar Krug. “Jadi untuk mereka yang didiagnosa dengan kanker, menderita kanker bukan akhir dari segalnya.”

Krug menyatakan tingkat kemampuan penderita kanker untuk bertahan hidup dapat ditingkatkan dengan penguatan layanan kesehatan, perbaikan diagnosa dini, dan memberikan akses yang tepat kepada pengobatan. Ia menambahkan perawatan paliatif harus diberikan kepada mereka dengan penyakit tingkat lanjut untuk mengurangi penderitaannya. [ww]

XS
SM
MD
LG