Tautan-tautan Akses

Menteri Pertahanan Amerika Jim Mattis akan melakukan lawatan ke Asia Selatan untuk pertama kalinya sejak Presiden Donald Trump mengumumkan strategi barunya dalam perang pimpinan Amerika di Afghanistan. Strategi tersebut meminta ribuan tentara Amerika, dan juga peran yang diperluas bagi India, di mana Mattis akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi.

Gedung Putih meninjau kembali kebijakannya mengenai Afghanistan seiring terjadinya pergeseran geopolitik di wilayah tersebut. Cina, dengan kekuatan militer dan ekonominya yang terus berkembang, memperluas pengaruhnya di Asia Selatan.

Tapi Donald Trump melihat peran yang lebih besar untuk India - kekuatan regional lainnya di sana.

"Kami ingin India membantu kami lebih banyak mengenai Afghanistan, terutama di bidang ekonomi dan pembangunan," ujar Trump.

Ini adalah usul yang berisiko, yang dianggap oleh saingan lama India, Pakistan, sebagai ancaman.

PM Pakistan Shahid Khaqan Abbasi mengatakan, "Kami tidak memperkirakan sesuatu peran militer atau politik bagi India di Afghanistan, saya pikir itu hanya akan memperuwet keadaan dan tidak akan menyelesaikan apapun."

Tetapi India dengan hati-hati bergerak maju dan awal bulan ini setuju memberi bantuan lebih besar kepada militer Afghanistan. India telah memberikan lebih dari 2 miliar dolar bantuan ekonomi kepada Afghanistan.

Para pejabat Afghanistan mengatakan mereka menginginkan hubungan persahabatan dengan India dan Pakistan, dan menegaskan bahwa sebagian besar investasi India berupa bantuan lunak.

"Sektor kesehatan, pendidikan, prasarana, dan lembaga-lembaga demokrasi ...... tidak ada negara - atau tidak ada yang harus keberatan terhadap hal itu," kata diplomat Afghanistan di Washington DC.

Tetapi banyak orang di Pakistan berkeberatan dan musuh lama India itu bisa merasa tertekan untuk menandinginya dengan meningkatkan dugaan dukungannya kepada kelompok militan yang berbasis di Afghanistan, kata Shamila Chaudhary yang bekerja dalam bidang kebijakan Asia Selatan di bawah Pemerintahan Barack Obama.

"Jadi dengan cara ini, kebijakan Afghanistan yang dirancang oleh Pemerintahan Trump sebenarnya bertentangan sendiri. Di satu pihak, kita memberi tekanan lebih besar pada Pakistan, di samping berharap mereka berbuat lebih banyak bagi Amerika, dan kita juga menginginkan mereka mengakhiri hubungan dengan kelompok militan dimaksud. Dan di pihak lain, kita ingin India berbuat lebih banyak di Afghanistan, yang akan membangkitkan Pakistan," ujar Chaudhary.

Bagi Mattis, menciptakan suatu perimbangan regional yang rumit kini dibuat lebih rumit oleh Cina, karena Cina dan India baru-baru ini sepakat untuk mengurangi ketegangan yang sudah lama dalam sengketa perbatasan antara keduanya. [sp/al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG