Tautan-tautan Akses

Melbourne Sepi Menjelang Pemberlakuan Kembali Lockdown


Seorang pria berjalan melewati truk bertuliskan peringatan untuk mengenakan masker di Melbourne, 5 Agustus 2020 di tengah pandemi Covid-19. (Foto: William WEST / AFP)
Seorang pria berjalan melewati truk bertuliskan peringatan untuk mengenakan masker di Melbourne, 5 Agustus 2020 di tengah pandemi Covid-19. (Foto: William WEST / AFP)

Jalanan di pusat kota Melbourne, Australia, terlihat sepi Rabu malam (5/8). Banyak butik dan restoran tutup pada malam menjelang pemberlakuan kembali lockdown selama enam pekan mulai Kamis (6/8) di seluruh negara bagian Victoria.

Petugas keamanan berpakaian militer dan polisi terlihat berpatroli di jalanan. Mereka mengingatkan para pejalan kaki untuk mengenakan masker, sebuah kewajiban yang dilanggar banyak penduduk Melbourne.

Negara bagian Victoria membukukan rekor baru pertambahan jumlah kasus virus corona harian dengan ditemukannya 725 kasus baru, Rabu (5/8). Di luar Victoria, pemerintah hanya melaporkan 14 kasus baru, pada hari yang sama.

Situs pemerintah negara bagian Victoria mengalami gangguan teknis, Rabu, setelah dibanjiri surat permohonan izin perjalanan orang-orang yang pekerjaan mereka dianggap penting. Di Melbourne sendiri, akan ada sekitar 250.000 orang yang terpaksa bekerja dari rumah atau tidak bekerja sama sekali.

Di Melbourne, banyak warga mengeluhkan peraturan yang tidak jelas. Toko minuman keras dianggap esensial sehingga dapat beroperasi, sementara bisnis potong rambut dianggap tidak penting sehingga diharuskan tutup. Sejumlah restoran juga masih diperkenankan buka untuk layanan ambil dan antar. Banyak bisnis di kota berpenduduk 5 juta orang itu diperkirakan tidak akan mampu bertahan melalui lockdown kedua yang lebih ketat ini. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG