Tautan-tautan Akses

Media Iran Hampir Tak Bereaksi Ketika Militer Israel Salahkan Ketegangan pada Iran


Para anggota garda revolusi Iran dalam parade di Teheran (foto: dok). Israel menuduh Iran memicu ketegangan dengan Israel.

Media pemerintah Iran hampir bungkam dalam menanggapi militer Israel yang meluncurkan saluran media sosial berbahasa Farsi untuk meyakinkan warga Iran bahwa penguasa Islam bertanggung jawab atas ketegangan dengan Israel.

Pasukan Pertahanan Israel, atau IDF, mulai memasang pesan di Twitter berbahasa Farsi dan pada akun Instagram 21 Agustus dan enam hari kemudian membuka saluran berbahasa Farsi di Telegram.

Telegram adalah aplikasi pesanan yang populer di diakses warga Iran dengan menggunakan jaringan pribadi Virtual Private Networks untuk menghindari larangan pemerintah terhadap layanan tersebut. Akun Twitter dan Instagram tersebut hingga Jumat masing-masing telah mendapat lebih dari 2.200 dan 400 pengikut sementara saluran Telegram memiliki lebih dari 4.100 anggota.

"Rakyat Iran layak untuk mendengar kebenaran dan itulah yang akan kami sampaikan," bunyi tweet IDF pada hari Rabu (28/8) ketika secara resmi mengumumkan platform baru dalam bahasa Farsi .

"Warga Iran bisa mengikuti @ IDFFarsi untuk mengetahui sendiri bahwa pasukan Israel bukan musuh, rezim Iran yang menindas itulah (musuh Anda)."

Sebuah survei VOA atas media berita utama pemerintah Iran mendapati tidak ada satupun dari media itu merujuk saluran media sosial Persia baru militer Israel pada hari Jumat (30/8). (my/pp)

XS
SM
MD
LG